Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung menargetkan indeks pertanaman (IP) padi pada 2026 meningkat menjadi 2,3 kali tanam.
"Selama 2025 kemarin indeks pertanaman di Lampung sudah sekitar 1,5 kali tanam sampai 2 kali tanam ini cukup baik, namun akan terus ditingkatkan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung Elvira Umihanni di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan peningkatan indeks pertanaman di sektor pertanian akan selaras dengan upaya untuk meningkatkan produksi padi di Lampung yang diproyeksikan bisa mencapai 3,4 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Sebenarnya, kalau berdasarkan target di dokumen perencanaan 2026, target produksi padi ditargetkan tidak terlalu tinggi hanya kisaran 3,4 juta ton. Dan, pada tahun 2025 kemarin kita sudah mencapai produksi 3 juta ton gabah," ucap dia.
Oleh karena itu, ia menyakini produktivitas sektor pertanian dapat semakin meningkat dari target yang ditentukan, salah satunya melalui penerapan Program Pupuk Organik Cair di desa.
"Perkiraan untuk peningkatan produksi tahun ini bisa mencapai 15-20 persen atau total bisa mencapai 3,8 juta ton jadi lebih dari target, dengan indeks pertanaman 2,3 kali tanam," tambahnya.
Sebelumnya, produktivitas pertanian di Lampung pada 2025 meningkat hampir 15 persen, dengan jumlah produksi padi dari tahun 2024 sebanyak 2,7 juta ton menjadi jadi 3 juta ton di 2025.
Sementara itu, luas lahan pertanian yang ada di Lampung mencapai 337 ribu hektare di 2025.
Sedangkan, target luas tambah tanam di Provinsi Lampung 2025 seluas 1.054.764 hektare yang terbagi ke kabupaten kota, dan realisasi hingga Juni 2025 sudah 640.851 hektare.
Baca juga: Gubernur Lampung: Produksi padi bisa naik 15-20 persen pada 2026
Baca juga: Sebanyak 100 penyuluh di Lampung Selatan resmi jadi pegawai Kementan
Baca juga: PSDA Lampung cek irigasi berkala untuk antisipasi tanggul rusak
