Lampung Timur (ANTARA) - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lampung Timur beberapa waktu yang lalu, mengakibatkan ribuan rumah warga terendam, barang-barang rumah tangga menjadi rusak dan hanyut.
Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan perekonomian masyarakat terganggu.
Jasmin (45), salah satu warga yang terdampak bercerita bahwa banjir datang secara tiba-tiba. "Banjir kali ini datang secara tiba-tiba dan begitu cepat dengan ketinggian 30-150 cm. Sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda," ujarnya pula.
Jasmin juga menuturkan bahwa banjir ini merupakan banjir terparah yang terjadi sejak 2018 lalu. Rumah-rumah warga terendam dan terpaksa mengungsi di tenda pengungsian.
Merespons hal tersebut, Dompet Dhuafa Lampung bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Stasiun Kompresor Gas Pagardewa menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir pada Minggu (2/2).
Bantuan disalurkan secara langsung dari rumah ke rumah yang terdampak banjir paling parah. Total sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di Dusun Pematang, Labuhan Ratu, Pasir Sakti, Lampung Timur jadi penerima manfaat.
Division Head CSR PT Perusahaan Gas Negara Tbk Krisdyan Widagdo Adhi menuturkan, PGN terus berkomitmen untuk mendorong ketahanan masyarakat terhadap bencana yang kerapkali melanda berbagai wilayah di Indonesia melalui program CSR.
"Kami berharap semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana, sehingga mereka dapat pulih kembali," ujarnya.
Sementara, Nandrianto Suparno mengapresiasi kepedulian dan solidaritas dari PGN Pagardewa.
"Terima kasih banyak atas kepedulian teman-teman dari PGN Pagardewa. Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan oleh PGN Pagardewa kepada masyarakat Lampung," ujar Nandri.
Wahyudin, Kepala Dusun Pematang Gadung, menyampaikan rasa syukur atas bantuan sembako untuk warganya.
"Alhamdulillah terima kasih banyak untuk PGN Pagardewa dan Dompet Dhuafa Lampung. Saat ini masyarakat memang sangat membutuhkan sembako. Sebab mayoritas masyarakat kehilangan pekerjannya sebagai buruh tani dan tambak, karena sawah dan tambak juga ikut terendam," ujar Wahyudin.
Baca juga: Anggota DPRD Lampung salurkan sembako untuk korban banjir rob
Baca juga: PMI Lampung Timur berikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir rob