Pandemi COVID-19 paksa perusahaan China produksi daging nabati

id daging nabati,china,pandemi covid 19,vegetarian

Pandemi COVID-19 paksa perusahaan China produksi daging nabati

Steak (Pixabay)

Beijing (ANTARA) - Sejumlah kecil perusahaan China bertaruh pada masa depan cerah produk daging nabati karena konsumen lebih memperhatikan kesehatan mereka setelah pandemi COVID-19.

Startup Zhenmeat yang berbasis di Beijing, yang produknya meliputi bakso nabati, daging sapi, stik, pinggang babi, udang karang, dan pangsit, adalah salah satu dari banyak perusahaan kecil China yang memasuki pasar.

Bakso nabati yang diproduksi perusahaan itu sekarang tersedia di toko makanan berkuah China, Hope Tree, di Beijing.

"Sekarang setelah COVID-19 konsumen lebih peduli tentang kesehatan dan merek restoran menanggapi hal ini," ujar pendiri dan CEO Zhenmeat Vince Lu kepada Reuters dalam sebuah wawancara, dan menambahkan bahwa penjualan naik pesat sejak Juni.

Banyak pelanggan yang penasaran di restoran Beijing Hope Tree mengatakan bahwa bakso, yang terbuat dari bahan dasar kacang polong dan protein kedelai, rasanya seperti tahu.

"Sebenarnya Anda bisa tahu bahwa itu bukan daging tetapi rasa di mulut Anda sangat mirip dengan daging sapi. Dan saya rasa daging nabati sedikit lebih sehat daripada daging sapi," kata Audrey Jiang (30).

Meskipun masih merupakan bisnis khusus dibandingkan dengan rantai pasokan daging raksasa China, alternatif vegetarian untuk daging semakin meningkat menyusul kekhawatiran kesehatan seperti virus corona baru dan demam babi Afrika, kata para analis dan orang dalam industri.

Beyond Meat Inc yang berbasis di AS mengatakan pekan lalu telah menandatangani kesepakatan untuk membuka fasilitas produksi di dekat Shanghai dan awal tahun ini meluncurkan kemitraan dengan Starbucks Corp untuk produk daging nabati yang akan dijual oleh raksasa kafe di China.

Direktur Grup Riset Pasar China Ben Cavender mengatakan kunci masa depan pasar daging nabati adalah rasanya.

"Saat kami mewawancarai konsumen, sebagian besar mengatakan bahwa mereka terbuka untuk mencoba produk ini," kata dia.

"Tetapi pertanyaan besarnya adalah bagaimana mereka menyukainya? Apakah mereka melihat bagaimana mereka bisa memasukkannya ke dalam makanan mereka setiap hari, apakah itu memasak di rumah atau di restoran? Tetapi jika mereka menyukainya, mereka akan terus membeli."

CEO Zhenmeat Vince Lu mengatakan ada banyak persaingan di pasar, tetapi pesaing sebenarnya adalah industri daging itu sendiri.

"Yang terpenting adalah pesaing sejati kita bukanlah raksasa global yang sudah mencapai sukses besar seperti Beyond Meat atau Impossible Foods. Pesaing kami sebenarnya adalah seluruh sektor peternakan. Ini adalah industri protein hewani," ujar dia.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar