Dari budidaya udang Windu ke Vanamei

id Vanamei, Windu, Vanamei di Lampung Timur

Dari budidaya udang Windu ke Vanamei

Warga sedang menimbang udang Vanamei/foto Antaralampung/Muklasin

Lampung Timur (ANTARA) - Petani tambak di Kabupaten Lampung Timur hampir seluruhnya membudidayakan udang Vanamei, sebelumnya mereka adalah petani tambak udang Windu sejak Tahun 1990 an.

"Sekarang sudah hampir semuanya membudidayakan udang Vanamei, kalau dulu iya udang Windu," kata Koriri, salah seorang petani tambak di Desa Muara Gading Mas, Lampung Timur, Rabu (15/1).

Menurut Koriri, alasan para petani tambak lebih memilih membudidayakan udang Vanamei ketimbang udang Windu karena budidaya Vanamei lebih gampang.

"Kalau Vanamei tidak nunggu lama panennya, pertumbuhan udang Vanamei lebih cepat, dua bulan saja sudah bisa panen, kalau Windu nunggu empat bulanan," ujarnya.

Soal harga jual, Vanamei juga tidak kalah bersaing dengan Windu.

Dia menyatakan, petani tambak sepanjang pantai Lampung Timur dari Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai sampai dengan Desa Labuhanratu Kecamatan Pasir Sakti telah beralih membudidayakan Vanamei.

"Ada ribuan hektare tambak yang diisi udang Vanamei," katanya.

Wondo, petambak lainnya menyebutkan petani tambak di  di Lampung Timur sebelumnya membudidayakan Windu sejak tahun 1990 sampai Tahun 2015.

"Sekitar tahun 2016 sampai dengan sekarang beralih ke Vanamei, " ungkap dia.

Manto, pedagang udang Vanamei menyebutkan harga Vanamei saat ini ditingkat petani tambak Rp54 ribu perkilogram untuk ukuran atau size 100.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar