Warga bersyukur perlintasan KA kini bisa dilalui

id Perlintasan Liar Kereta,Warga bersyukur,Dapat melalui perlintasan liar kereta api

Warga bersyukur perlintasan KA kini bisa dilalui

Jalan yang di perbaiki warga di Perlintasaan Liar Kereta Api yang menghubungkan dua kelurahan sudah dapat dilalui oleh pengendara roda dua, Minggu (13/10/2019) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Warga Kelurahan Surabaya dan Kelurahan Jagabaya II Bandarlampung bersyukur karena jalan di perlintasan kereta api yang menghubungkan ke dua wilayah tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Kami senang dan bersyukur serta mengucapkan terimakasih kepada PT KAI Divre IV Tanjung Karang yang sudah membolehkan jalan tersebut digunakan warga," kata perwakilan warga setempat Teddy, di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan bahwa jalan di perlintasan liar kereta api tersebut sudah bisa dilalui kendaraan sejak satu pekan terakhir setelah persyaratan yang diminta oleh pihak PT KAI untuk memakai jalan tersebut dipenuhi warga sekitar.

"Setelah plat beton dicek oleh PT KAI dan sudah sesuai standar mereka kami dan pihak terkait bersama-sama memasang dan mengerjakan plat beton itu. Saat ini warga dari mana pun sudah bisa melalui perlintasan ini," kata dia.

Ia mengatakan bahwa semua biaya untuk pengerjaan jalan di perlintasan kereta api tersebut merupakan swadaya dari masyarakat sekitar yang benar-benar ingin menggunakan jalan tersebut untuk mempercepat keperluannya.

Bahkan, lanjutnya, begitu senangnya warga setempat karena jalan di perlintasan liar kereta api tersebut dapat dilalui kembali mereka sampai mengadakan selamatan.

"Dua hari yang lalu kami mengadakan hajatan karena senangnya kami, ya biayanya juga dari sumbangan warga dua kelurahan," kata dia.

Baca juga: Warga bongkar palang penutup jalan di perlintasan KA

Teddy juga mengatakan untuk keselamatan para pengendara roda dua yang melintasi jalur kereta api itu pada malam hari warga sekitar berencana memasang lampu penerangan.

Meskipun demikian, ia berharap pengendara roda dua yang melalui perlintasan kereta api liar tersebut tetap berhati-hati karena memang jalur tersebut tidak ada portal dan petugas yang berjaga.

"Kalo malam kan gelap di perlintasan ini jadi warga berencana mengumpulkan uang untuk membeli lampu penerangan agar lebih aman dan warga yang melintas juga harus hati-hati serta waspada," kata dia.

Sebelumnya PT KAI Divre IV Tanjung Karang menutup jalan di perlintasan kereta api dengan palang besi dikarenakan sering terjadinya kecelakaan, sehingga masyarakat tidak bisa menggunakan jalan tersebut.

 Akan tetapi,  kini bisa dilaluisetelah diadakan pertemuan antara PT KAI, Pemda dan warga setempat.

Pada akhirnya setelah pertemuan itu PT KAI mempersilahkan warga membongkar palang besi tersebut dan menggunakan jalan itu kembali namun jalan yang di perbaiki harus sesuai dengan standar dari mereka dan bila ada kecelakaan mereka tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Warga dipersilakan bongkar palang besi di perlintasan kereta api
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar