Selama Januari 34 orang terjangkit DBD di Waykanan

id dbd, waykanan,dinkes waykanan

Petugas tengah melakukan pengasapan di rumah warga di Kota Bandarlampung (Antara Lampung/HO/)



Waykanan, (Antaranews Lampung) –  Kepala Dinas Kesehatan Waykanan, Provinsi Lampung Anang Risgianto mengatakan, jumlah warga setempat yang terkena penyakit demam berdarah  mencapai 34 orang per 30 Januari 2019. 



“Jumlah ini per tanggal 30 Januari 2019,” kata Anang, di Blambangan Umpu,  Jumat.



Menurutnya, jumlah warga yang terserang DBD pada periode tanggal 1 sampai 30 Januari 2019 tersebut berasal dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Waykanan.



Selain itu, guna mengantisipasi bertambahnya warga yang terserang penyakit DBD, jajaran dinas kesehatan Waykanan baik bidan, perawat dan dokter, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahaya penyakit DBD. 



“Selain melakukan pengasapan dan pembersihan sampah tempat bersembunyinya nyamuk pembawa penyakit tersebut, juga melakukan gerakan 3M Plus," kata dia.



Anang mengharapkan, peran seluruh jajaran dinas kesehatan kabupaten untuk menurunkan angka kejadian kasus DBD di setiap bulannya harus bisa dilakukan sejak saat ini, bila tidak dilakukan maka kemungkinan akan terus mengalami kenaikan di bulan-bulan berikutnya.





Bupati Waykanan, Provinsi Lampung Raden Adipati Surya mengimbau kepada seluruh sekolah, warga dan SKPD bisa menjaga kebersihan agar terhindar dan mengeliminasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue. 

 



“Sekolah harus bisa memberikan pengertian kepada murid-murid, bahwa harus menjaga kebersihan, karena bila tidak bersih akan menjadi sarang nyamuk,” kata Adipati.



Selain sekolah masyarakat juga harus bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta cepat melapor kepada petugas kesehatan bila ada masyarakat yang terserang penyakit DBD. 



“Masyarakat terkadang mengabaikan kebersihan. Nah sekarang kalau bisa jangan mengabaikan kebersihan itu, ayo jaga kebersihan demi kesehatan bersama,” ungkapnya.



Adipati mengajak semua warga menjaga kebersihan dengan cara menguras air yang tergenang dan tak terpakai yang berpotensi menjadi tempat bertelurnya nyamuk, mengubur dan membuang barang yang tidak dipakai.







 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar