Siklon Tropis Blance dan Kondisi Cuaca di Indonesia

id Siklon Blance Landa Indonesia, Siklon Tropis Blance, Cuaca di Indonesia

Siklon Tropis Blance dan Kondisi Cuaca di Indonesia

BMKG menyampaikan dampak Siklon Tropis Blance terhadap kondisi cuaca di Indonesia. (Foto: ANTARA Lampung/BMKG)

Jakarta (ANTARA Lampung) - Pusat tekanan rendah pada Jumat (3/3) lalu teridentifikasi di Laut Arafuru bagian utara telah tumbuh menjadi Siklon Tropis Blance, dan hari Minggu (5/3) tepatnya pada pukul 13.00 WIB siang, di perairan sebelah barat Darwin, Australia. Kecepatan angin di dekat pusat Siklon Tropis Blance saat ini mencapai 75 km/jam dan tekanan udara minimum di pusatnya tercatat 992 hPa. Siklon tropis Blance diperkirakan bergerak menuju barat daya mencapai wilayah Kalumburu, Australia Barat esoknya, Senin (6/3) pukul 13.00 WIB. Keberadaan siklon tropis Blance mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia.

Sementara itu, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dengan intensitas sedang saat ini tengah melintasi Sumatera dan menimbulkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. MJO diperkirakan terus bergerak ke timur dengan intensitas melemah.

Batas seruakan udara kering dari perairan sebelah barat Australia saat ini berada di perairan sebelah selatan Jawa, dengan intensitas lemah. Kondisi ini diperkirakan masih akan stabil hingga 2 hari ke depan.

Hingga Selasa, 7 Maret 2017, keberadaan siklon tropis Blance, MJO dan seruakan udara kering mengakibatkan adanya potensi hujan lebat disertai kilat/petir atau pun hujan ringan/sedang berdurasi lama di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan potensi angin kencang berdurasi lama dan/atau puting beliung berdurasi singkat dapat terjadi di Kalimantan Selatan, pesisir selatan Kalimantan Tengah, pesisir timur Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, baliho dan papan iklan yang mungkin bisa jatuh, serta jalan licin.

Gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah dan timur serta Laut Timor.

Dan gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Laut Arafuru bagian barat.

Pengguna jasa transportasi penyeberangan laut diharapkan waspada terhadap potensi gelombang tinggi tersebut.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
- call center 021-6546318;
- http://web.meteo.bmkg.go.id;
- follow twitter @infobmkg;
- aplikasi android “Info BMKG”;
- atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Jakarta, 5 Maret 2017

Deputi Bidang Meteorologi BMKG
Dr Yunus S Swarinoto

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.