Wapres: Tingkatkan Mutu Pendidikan dengan Sinergi

id wakil presiden, jusuf kalla, obat palsu, pengetahuan masyarakat

Wapres: Tingkatkan Mutu Pendidikan dengan Sinergi

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

...Dibutuhkan sinergi dari dalam dan luar karena ilmu pengetahuan itu artinya butuh sinergi, butuh saling informasi dan butuh kekuatan mengajar," kata Wapres

Jakarta (ANTARA Lampung) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa sinergi antara para profesor di dalam dan luar negeri akan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

"Dibutuhkan sinergi dari dalam dan luar karena ilmu pengetahuan itu artinya butuh sinergi, butuh saling informasi dan butuh kekuatan mengajar," kata Wapres saat memberikan pengarahan pada acara Visiting World Class Professor di gedung Kemendikti di Jakarta, Senin.

Wapres mengatakan pemerintah sangat mendukung kegiatan tersebut dan diharapkan dapat menggali dasar-dasar masalah serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kampus-kampus di Tanah Air.

Wapres mengatakan, pengalaman-pengalaman yang dimiliki profesor-profesor Indonesia yang berkiprah di luar negeri harus digabungkan dengan pengalaman yang ada di dalam negeri agar perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Air lebih baik.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, suatu negara maju salah satunya karena faktor ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat dinamis.

Acara yang digagas Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu dihadiri sekitar 45 profesor kelas dunia yang datang ke Indonesia dan mentransfer pengetahuan ke sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air dalam rangka Diaspora Indonesia.

Para akademisi tersebut berasal dari berbagai bidang mulai teknik, farmasi, politik, kajian Islam, hingga studi perkotaan.

Mereka akan memberikan kuliah umum ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan meningkatkan kapasitas serta kompetensi perguruan tinggi di Tanah Air sehingga memiliki daya saing tinggi. (Ant)

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.