Korban gempa Aceh terus dicari, 25 tewas

id Gempa Aceh

Korban gempa Aceh terus dicari, 25 tewas

Gempa 6.5 SR Pidie Jaya Petugas mengoperasikan alat berat untuk mencari korban di salah satu bangunan yang runtuh akibat gempa 6.5 SR, di Desa Lueng Putu, perbatasan Pidie-Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jakarta (Antara Lampung) - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan Polri bersama TNI dan masyarakat masih terus mencari dan mengevakuasi korban gempa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu pagi.
"Langkah-langkah saat ini mengevakuasi korban bencana gempa dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang," kata Martinus di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan pada Rabu (7/12), sekitar pukul 05.05 WIB telah terjadi gempa dengan spesifikasi sebagai berikut, yaitu dengan kekuatan 6,4 Skala Ritcher dengan pusat gempa terletak pada 5,19 LU dan 96,36 BT, tepatnya 18 kilometer timur laut dari Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 10 kilometer.
"Pascakejadian gempa, ada beberapa bangunan roboh beserta jalan yang rusak," kata Martinus.
Ia mengatakan data bangunan yang sudah terdata rusak antara lain SPBU di Kecamatan Ulee Gle, Warung Kopi Umar Kumis Kecamatan Ulee Gle, Meunasah Muko Kuthang Kecamatan Ulee Gle, toko milik Haji Jailani berkonstruksi empat lantai di Kecamatan Bandar Baru.
"Sedangkan beberapa jalan yang rusak, yaitu Jalan Pangwa Kecamatan Trienggadeng-Meureudu. Sementara, untuk korban Jiwa yang ditemukan saat ini dilarikan RSU Pidie Jaya dan RSU Pidie," ucap Martinus.
Berdasarkan analisis BMKG, jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

25 tewas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya melaporkan 25 korban tewas dan ratusan luka-luka.
Informasi Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya Puteh A Manaf yang diterima di Banda Aceh, Rabu, menyebutkan, korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang rubuh.
"Data sementara yang diterima, 25 korban meninggal dunia dan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka serius. Korban kebanyakan akibat tertimpa reruntuhan bangunan," kata Manaf.
Selain korban, Manaf menyebutkan BPBD Kabupaten Pidie Jaya juga mencatat 98 rumah toko ambruk akibat goncangan gempa kuat menjelas shalat subuh Rabu tersebut.
"Kawasan terparah akibat gempa di Meureudu, ibu kota kabupaten, dan Ulee Gle. Banyak korban di dua daerah itu tertimba reruntuhan bangunan rumah toko," katanya.
Saat ini, kata dia, BPBB didukung TNI/Polri masih mengevakuasi korban yang berada di reruntuhan bangunan. Dan tidak tertutup kemungkinan korban bertambah, meningat banyaknya bangunan yang rubuh.
Sementara itu, dilaporkan RSUD Sigli banyak menerima korban luka-luka. Informasi dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pidie tersebut, semua ambulans dikerahkan ke lokasi gempa.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.