Bandarlampung (ANTARA) - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)-1, salah satu Rintisan Sekolah Betaraf Interansional (RSBI) di Kota Bandarlampung terus menempa dan mencetak kader pelajar yang tangguh dan terampil serta cerdas antara lain dengan menggelar Perkemahan Sabtu malam Minggu (PERSAMI) diikuti sekitar 200 pelajarnya.
Perkemahan yang berlangsung di puncak Bukit Sai Indah Sukadanaham, Telukbetung Barat Kota Bandarlampung itu berlangsung dua hari, Sabtu hingga Minggu (22-23/9/12), dan berakhir Minggu siang.
Kepala SMP Negeri 1 Bandarlampung, Drs H Haryanto M Si, yang juga selaku Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) Rambo, didampingi
Wakil Kepala Bidang kesiswaan, Joko Indarjo S Pd, dan Pembina Pramuka, Esti Harjati, menjelaskan, para peserta perkemahan PERSAMI itu semuanya merupakan para siswa/murid kelas tujuh.
"Mereka merupakan para siswa baru yang selain perlu dibekali pengalaman tentang Kepramukaan, juga mengikuti kegiaan sebagai syarat untuk mengikuti kenaikan tingkat dari Pramuka Siaga ke Penggalang," katanya.
Kegiatan itu juga digelar sejalan dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Galang SMP Negeri 1 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2011/2012, dan akan dilaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat Pramuka Penggalang SMP Negeri 1 Bandarlampung.
Demi lancarnya kegiaan itu, bagi para peserta baik putra maupun putri sebelumnya juga sudah harus mendapatkan izin dari para orang tua/wali murid, yang dituangkan dalam lembar surat izin dari orang tua.
Haryanto menambahkan, kegiaan Kepramukaan itu sangat penting sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler pilihan wajib bagi para siswa di samping masih banyak lagi kegiatan ekstralikuler pilihan bebas.
"Kegiatan perkemahan ini sangat penting bagi siswa, dan bagi yang tidak mengikuti akan rugi, terutama pengalaman, wawasan, keterampilan, kerjasama, keberaranian, kekompakan, kepemimpinan, dan lainnya," katanya.
Antusiasme mengikuti kegiatan itu juga cukup tinggi, baik dari siswa sendiri maupun dorongan dari para orang tua, terlihat dari banyaknya orang tua/wali murid yang menjenguk anak-anaknya di lokasi pekemahan terutrama pada malam hari.
"Bahkan ada orang tua yang ikut kemah dengan membawa dan mendirikan tenda sendiri di dekat tenda para peserta," katanya.
Namun demikian, kata Haryanto lebih lanjut, demikian juga Joko Indarjo, beberapa hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari kegiatan itu akan menjadi bahan pelajaran dan evaluasi untuk mengadakan kegiatan serupa agar lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Hal itu mulai dari tempat/lokasi, peralatan penerangan/listrik/generator, air bersih, keamanan lingkungan, kebutuhan kayu bakar untuk api unggun, sarana mandi dan cuci (MCK), pengeras suara, instruktur, dan materi kegiatannya sendiri.
"Banyak hal yang kita pelajari dan kita evaluasi, karena untuk berbicara atau menyampaikan sesuatu saja para murid harus belajar tata caranya," kata Haryanto pula
Soal waktu diakuinya cukup singkat, hanya dua hari, dikarenakan pada hari Seninnya para murid sudah harus belajar kembali seperti biasa agar tidak kelelahan.
Berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama PERSAMI itu antara lain persiapan, pemberangkatan ke lokasi, upacara pembukaan, permainan/game (lari ban dan tepung berantai, tebak gaya dan yel-yel), Ishoma, lomba puisi dan mendongeng.
Kemudian api unggun dan pentas seni, istirahat, lomba memasak, upacara penutupan, pembongkaran tenda, dan para murid kembali ke rumah masing-masing. (ANTARA).
