Rifa Soleha, sosok Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

id Rifa Soleha, sosok Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa,Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa, BUN Dompet Dhuafa

Rifa Soleha, sosok Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

Rifa Soleha, sosok Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa dari Sabang, Aceh. FOTO ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA. 

Saya di sini benar-benar sendiri, tidak bergantung pada puskesmas. Tapi Alhamdulillah, dukungan dari pihak puskesmas dan desa luar biasa

Sabang, Aceh (ANTARA) - Menjadi satu-satunya peserta Bidan untuk Negeri di Sabang bukanlah hal mudah bagi Rifa. Semua program ia jalankan secara mandiri, dengan dukungan puskesmas sebagai mitra diskusi.

Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Rifa Soleha sudah menempuh perjalanan pengabdian yang tak biasa. Ia bukan hanya seorang bidan, tetapi juga bagian dari barisan muda yang memilih terjun langsung melayani masyarakat lewat Program Bidan untuk Negeri (BUN) Dompet Dhuafa.

"Saya di sini benar-benar sendiri, tidak bergantung pada puskesmas. Tapi Alhamdulillah, dukungan dari pihak puskesmas dan desa luar biasa," ujarnya di Sabang, Aceh, Sabtu (15/11).

Rifa masih ingat bagaimana awalnya masyarakat sempat ragu kepadanya, karena usianya yang masih sangat muda. "Banyak yang kaget, dikira saya belum bidan beneran. Tapi waktu istri kepala desa datang berobat pertama kali, masyarakat mulai percaya," tuturnya.

Kini, ia sudah menjadi bagian dari warga desa. Kehadirannya diterima, bahkan dirindukan setiap kali kegiatan berlangsung.

Lulusan D4 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh dan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Semarang ini, kini juga tengah menempuh studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Aceh. Meski lahir di Kabupaten Pidie, jarak dan laut bukan penghalang baginya untuk terus mengabdi.

Di tahun kedua pengabdiannya, Rifa berharap program yang telah ia jalankan dapat terus berlanjut meski masa tugasnya usai.

"Harapannya, kegiatan seperti Senam Sehat dan nanti Kebun Sehat bisa diteruskan oleh kader dan desa. Supaya manfaatnya tetap berlanjut untuk masyarakat," tuturnya penuh harap.

Bagi Rifa, menjadi bagian dari Bidan untuk Negeri Dompet Dhuafa bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati.

"Saya ingin apa yang saya lakukan bisa menjadi keberlanjutan kebaikan, bukan hanya selama saya di sini, tapi juga setelahnya," ujar Rifa.

Sebelumnya selama pengabdian, Rifa telah menginisiasi berbagai kegiatan untuk kembali menghidupkan partisipasi masyarakat, terutama di Desa Emile dan Desa Payasenara.

"Awalnya, kunjungan ke posyandu itu sangat rendah. Jadi kami buat inovasi seperti voucher belanja agar ibu-ibu semangat datang lagi ke posyandu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengadakan kegiatan Senam Sehat Mingguan setiap Minggu pagi pukul 07:00 waktu setempat. Dari yang awalnya hanya dihadiri 20 orang, kini peserta kegiatan senam itu bisa mencapai 50 orang.

Rifa juga aktif memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, MPASI, manajemen laktasi, serta demo memasak sehat untuk balita dan lansia. Ia juga memperluas jangkauan edukasi dengan melakukan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) di berbagai titik agar lebih mudah diakses masyarakat.

Berita kerja sama

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.