Bandarlampung (ANTARA) - Provinsi Lampung hanya akan menurunkan atlet untuk bersaing di tujuh dari total delapan cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II di Manado, Sulawesi Utara, Agustus.
"PON Bela Diri II akan mempertandingkan delapan cabang olahraga. Namun Lampung hanya mengikuti tujuh cabor, karena belum memiliki yongmoodo," kata Wakil Ketua Umum II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Riagus Ria saat rapat koordinasi bersama pengurus cabang olahraga di Bandarlampung, Selasa.
Ia menyebut tujuh cabor itu yakni anggar, kick boxing, hapkido, muaythai, bela diri campuran (MMA), kurash, dan tinju.
"Prinsipnya, atlet yang diberangkatkan harus benar-benar berkualitas,” ujar Riagus.
Ia menegaskan KONI Lampung tidak ingin sekadar berpartisipasi, melainkan menargetkan perbaikan peringkat dan raihan medali.
Karena itu, lanjutnya, seleksi atlet akan dilakukan secara ketat melalui tes fisik tahap pertama dan kedua.
"Kita tidak mau hanya jadi penggembira. Targetnya membawa pulang medali dan memperbaiki peringkat dibanding PON sebelumnya," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan cabang olahraga anggar Lampung, Mira Daniaty, menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan KONI Lampung.
Menurut dia, dukungan dan kejelasan tahapan seleksi sangat membantu cabor dalam mempersiapkan atlet.
"Kami di cabor terus mematangkan atlet, meski masih ada keterbatasan fasilitas latihan. Yang penting atlet tetap fokus dan intensitas latihan tidak berkurang," katanya.
Mira menambahkan, anggar Lampung menyiapkan atlet dengan mengacu pada hasil kejuaraan nasional sebagai tolok ukur kesiapan. Selain itu, atlet potensial juga terus dipantau untuk menghadapi PON Bela Diri II.
"Harapannya, dengan koordinasi yang baik dan perhatian dari KONI, atlet bisa lebih siap dan percaya diri saat bertanding di Manado nanti," kata Riagus Ria.
Baca juga: IPSI Lampung berikan bonus atlet peraih medali PON Bela Diri
Baca juga: Karateka Lampung sabet medali emas PON Bela Diri
Baca juga: KONI Lampung lakukan konsolidasi organisasi dan persiapan PON
