Pabrik Biodiesel Dibangun Di Bandarlampung

id gubernur resmikan pabrik biodiesel, ridho ficardo

Pabrik Biodiesel Dibangun Di Bandarlampung

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menandatangani prasasti peresmian Pabrik Biodiesel di Panjang Bandarlampung, Rabu (6/4) (ist)

...Pabrik biodiesel itu merupakan pabrik pertama milik LDC di Asia dan kelima di dunia setelah pembangunan pabrik biodiesel di Argentina, Jerman dan Amerika Serikat, kata Imran...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Perusahaan Louis Dreyfus Company (LDC) Indonesia menginvestasikan sekitar 30 juta dolar Amerika Serikat untuk membangun pabrik biodiesel pertama di Indonesia dan Asia.

"Kapasitas produksi pabrik sebesar 420 ribu ton `palm methyl ester` (PME) dan 50.000 ton `glycerin` mentah dengan menggunakan produk sawit dari kilang minyak di sekitar kawasan pabrik dan dengan memanfaatkan teknologi transesterifikasi kelas dunia," kata Direktur Utama LDC Indonesia Imran Nasrullah pada peresmian pabrik itu di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan, pabrik biodiesel itu berlokasi di Jalan Soekarno Hatta km. 10, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung tersebut merupakan pabrik pertama milik LDC di Asia dan kelima di dunia setelah pembangunan pabrik biodiesel di Argentina, Jerman dan Amerika Serikat.

Menurutnya, pabrik biodiesel ini terletak berdekatan dengan kilang minyak sawit terintegrasi milik LDC di Lampung yang telah beroperasi sejak 2014.

Mennurutnya dua komplek itu meliputi lahan seluas 15.000 meter persegi, dengan mempekerjakan lebih dari 100 karyawan.

"Peresmian pabrik biodiesel kami adalah sebuah respon yang tepat sebagaimana mandat pencampuran biodiesel di Indonesia yang akan diterapkan tahun ini," katanya.

Imran menjelaskan, dengan pengetahun teknis yang dimiliki dan ditunjang dengan penelitian serta kemampuan uji kualitas yang mumpuni, LDC Indonesia sipa untuk memproduksi PME berstandar tinggi untuk memasok permintaan domesatik yang makin meningkat melalui kemitraan pelanggan strategis.

Pihaknya juga mengoperasikan fasilitas penimbunan dan pelabuhan dengan kapasitas 107.000 ton dan mengoperasikan enam jalur pipa yang mampu memompa produk dari kilang minyak dan pabrik biodiesel pada volume 350 ton per jam.

"Hal ini makin menguatkan posisi LDC dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor internasional," jelasnya.

Dirut LDC Indonesia itu mengatakan bahwa penggunaan biodiesel sebagai sumber energi terbarukan sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai ketahanan energi, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dan secara aktif mendorong pertumbuhan jangka panjang sektor penting di Indoensia, yakni kelapa sawit.

Ia menjelaskan di daerah lain di Indonesia, grup LDC memiliki dan mengoperasikan sebuah komplek kilang minyak dengan fasilitas penimbunan dan pelabuhan laut melalui perusahaan patungan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Dengan memiliki dua kilang minyak, aset-aset logistik dan saat ini ditambah dengan pabrik biodiesel, LDC menguatkan kehadirannya sebagai pemain utama di industri hilir sawit Indonesia," tambahnya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili oleh Direktur Bioenergi, Sudjoko Harsono Adi, mengatakan bahwa pabrik itu merupakan sebagai salah satu bentuk nyata dukungan swasta dalam mempercepat pelaksanan program mandatori biodiesel.

Ia menjelaskan, pabrik itu memiliki kapasitas terpasang 420 ribu MT setara dengan 482 ribu kilo liter (KL) per tahun. "Dengan beroperasinya pabrik biodiesel ini, maka kapasitas terpasang Biodiesel nasional saat ini menjadi sekitar 8,7 Juta KL per tahun," tambahnya. (Ant)