Bandarlampung (ANTARA) - Untuk mendorong penerapan konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan olahan pangan lokal, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan Lomba Olahan Makanan Non Beras antar KWT se-Kabupaten Pringsewu, di Telaga Ngudi Rukun Kecamatan Sukoharjo, beberapa waktu lalu
Kegiatan lomba yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kabupaten Pringsewu ke-13 Tahun 2022 ini dibuka oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangun Setdakab Pringsewu Masykur, serta dihadiri oleh Kadis Ketahanan Pangan Iskandar Muda, Kadis Perikanan Debi Hardian, Kadisporapar Jahron, serta perwakilan OPD terkait.
Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi olahan pangan lokal yang bernilai komersial sebagai pendukung tersedianya kuliner pangan lokal di Kabupaten Pringsewu. B2SA merupakan makanan yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah seimbang antar kelompok berdasarkan cita rasa, daya cerna dan daya beli masyarakat.
Baca juga: Pemkab Pringsewu gelar Musrenbang RKPD tahun 2023
Untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan, maka Lomba Olahan Non Beras ini sangatlah penting bagi masyarakat, memiliki potensi pangan lokal yang sangat besar dan dapat dikembangkan di Bumi Jejama Secancanan ini.
Asisten II Ekonomi Pembangunan Masykur, melalui lomba ini diharapkan masyarakat khususnya peserta dapat berkreasi menciptakan atau mengembangkan resep yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, serta dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari dan bukan hanya pada saat lomba, karena salah satu faktor penting yang mempengaruhi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas adalah konsumsi pangan.
Setiap instansi terkait perlu mengadakan gerakan yang berkesinambungan untuk mensosialisasikan dan memotivasi kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal, katanya.
