Bulog Lampung diminta jadi lumbung pangan Sumatera

id gubernur lampung arinal, bulog lampung, lumbung pangan nasional

Bulog Lampung diminta jadi lumbung pangan Sumatera

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung Faisal. (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Lampung bersinergi memperkuat posisi daerah setempat sebagai lumbung pangan nasional, khususnya untuk wilayah Sumatera.

"Selain dari peran utama Bulog sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada ketersediaan pangan khususnya untuk masyarakat miskin di Lampung. Bulog haruslah selalu bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk memperkuat posisi daerah ini menjadi lumbung pangan Sumatera," kata dia, di Bandarlampung, Jumat.

Ia juga meminta Bulog melakukan inovasi dan terobosan seperti melihat peluang-peluang baru, untuk membantu kesejahteraan petani di Lampung.

Menurut dia, Bulog jangan hanya berfokus pada komoditas beras, namun harus mengkaji kemungkinan pada sektor pangan dan komoditas selain beras.

Gubernur Arinal juga berharap Bulog dapat membuka komunikasi dengan daerah – daerah lain untuk bermitra. Sehingga diharapkan jangkauan pemasaran komoditas pangan asal Lampung akan semakin luas yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Sebagai langkah awal Gubernur mengharapakan Bulog segera berkoordinasi dengan dinas – dinas terkait untuk memantau regulasi perdagangan beras dan ketersediaan stok pangan sesuai dengan peran utama Perum Bulog.

"Kita boleh terus berinovasi, namun Bulog tidak keluar dari kapasitas dan kaidah-kaidah peran Bulog itu sendiri, yakni pilar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan. Bulog harus memastikan penduduk miskin di Lampung itu harus terus diperhatikan," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung Faisal memperkenalkan komoditas komersial yang dimiliki Bulog yakni beras grade premium dan beras FortiVit.

"Khusus untuk beras FortiVit adalah variant beras yang telah diperkaya dengan zat gizi mikro yang dipilih untuk fortifikasi bahan makanan tertentu, dengan tujuan meningkatkan nilai gizi bahan pangan tersebut,” terang faisal.

Faisal menambahkan beras FortiVit dapat dijadikan salah satu solusi untuk kebutuhan pangan yang bergizi bagi naka – anak dengan resiko kekurangan gizi dan anak stunting (kuntet).
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar