Kedubes Kroasia Kerja Sama Pemkab Lampung Tengah

id mou udin dan mustafa,sjahroedin dan mustafa

Bupati Lampung Tengah Dr Ir Mustafa dan Duta Besar Indonesia di Kroasia Sjachroedin ZP menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama perdagangan, kebudayaan, dan pariwisata di Gedung Sesat Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lamteng.

Ini semua adalah upaya saya melestarikan kebudayaan di Lampung Tengah. Saya ingin kebudayaan yang kita miliki, bisa dikenal secara luas hingga ke mancanegara. Kalau bukan sekarang kapan lagi

Lampung Tengah  (Antaranews Lampung) - Kabupaten Lampung Tengah menggandeng Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Kroasia dengan menjalin memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama perdagangan, kebudayaan, dan pariwisata.

Penandatanganan MoU itu berlangsung di Gedung Sesat Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis. MoU ditandatangani langsung oleh Bupati Lampung Tengah Dr Ir Mustafa dan Duta Besar Indonesia di Kroasia Sjachroedin ZP.

Kedatangan Sjachroedin ZP yang juga mantan Gubernur Lampung tersebut disambut hangat ratusan masyarakat Lampung Tengah.

Disambut dengan prosesi adat, Mustafa bersama punyimbang adat Kesultanan Jurai Siwo menyambut kedatangan mantan Deputi Operasional Kapolri dengan pangkat komjen polisi itu dengan arak-arakan adat.


Acara juga dihadiri Sultan Skala Brak Paksi Bejalan di Way, Rycko Menoza SZP, tokoh adat, Forkopimda, dan masyarakat adat.

Sjachroedin menaiki tandu dan diangkat oleh para penggawa adat bersama Bupati Mustafa. Selanjutnya, Sjachroedin ikut menari tarian adat Lampung atau ngigel bersama Mustafa dan para tokoh adat.

Dalam prosesi adat, Sjachroedin juga mendapatkan gelar Suttan Duta Bangsa. Sedangkan Kapolres Lampung Tengah mendapatkan gelar adat Suttan Perwira, Dandim 0411/Lampung Tengah mendapatkan gelar Suttan Satria Negara. Lalu, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsugih mendapatkan gelar adat Suttan Bergelimang Hukum.

Bupati Mutafa dalam sambutannya menerangkan, MoU di bidang perdagangan dan promosi pariwisata dilatarbelakangi dari mimpinya untuk meningkatkan investasi di Lampung Tengah serta mengenalkan kebudayaan Lampung secara luas, tak hanya nasional, tetapi internasional.

Investasi di Lampung Tengah, kata dia, tahun ini naik Rp3 triliun. Dia berharap dengan adanya MoU dengan Kedubes Indonesia di Kroasia bisa meningkatkan iklim investasi di Lampung Tengah.

Ia juga berharap lewat Dubes Sjachroedin bisa semakin mendongkrak potensi ekonomi Lampung Tengah, khususnya dari segi investasi.

Sementara terkait budaya, Mustafa menambahkan, beberapa upaya pelestarian adat dan budaya Lampung telah dilakukan di Bumi Jejamo Wawai, mulai dari pemberian gelar adat kepada seluruh tokoh masyarakat Lampung Tengah tanpa melihat latar belakang suku dan agama, pembangunan 34 balai adat sebagai laboratorium pengembangan adat, membangun ikon-ikon khas Lampung Tengah, hingga menggelar sejumlah perhelatan kebudayaan.

"Ini semua adalah upaya saya melestarikan kebudayaan di Lampung Tengah. Saya ingin kebudayaan yang kita miliki, bisa dikenal secara luas hingga ke mancanegara. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Adanya beliau (Sjachroedin) juga menjadi peluang untuk mengenalkan kebudayaan Lampung ke internasional. Dengan MoU yang telah kita jalin, mudah-mudahan mimpi kita untuk mengenalkan Lampung ke luar dapat tercapai," ujarnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Sjachroedin menyatakan apresiasinya terhadap Mustafa yang begitu peduli dengan upaya pelestarian budaya di Lampung.

Pada kesempatan itu ia mengucapkan terima kasih atas gelar adat yang dianugerahkan kepadanya. Dirinya sekarang sudah menjadi bagian dari masyarakat Lampung Tengah.

"Dengan MoU ini tentunya kita berharap akan memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya Lampung. Nantinya akan kita kenalkan kebudayaan-kebudayaan Lampung di luar negeri khususnya Kroasia. Niat Bupati Mustafa untuk mengangkat kebudayaan Lampung harus kita dorong dan suport," ujarnya lagi.

Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar