Beijing (Antara/Reuters) - China harus mewaspadai infiltrasi asing melalui ajaran agama dan menghentikan beberapa ekstremis yang menyebarkan ideologi mereka, kata Presiden Xi Jin-ping pada pertemuan tingat tinggi pemangku agama sebagaimana dilaporkan media yang dikelola pemerintah setempat, Minggu.
China juga harus menguasai internet untuk mempromosikan teori dan kebijakan beragama Partai Komunis, demikian laporan kantor berita resmi China Xinhua mengutip pernyataan yang diungkapkan Xi.
"Kami harus tegas menolak infiltrasi asing melalui sarana agama dan waspada terhadap pelanggaran ideologi yang dilakukan oleh orang-orang ekstremis," mengutip pernyataan Xi dalam lokakarya nasional tentang agama yang berakhir pada Sabtu (23/4) lalu.
Partai Komunis yang menjalankan pemerintahan China saat ini menyatakan bahwa pihaknya melindungi kebebasan beragama, namun secara ketat mengawasi berbagai aktivitas keagamaan dan hanya mengizinkan institusi agama yang secara resmi diakui oleh negara menjalankan ritual dan aktivitasnya.
Pemerintah China perhatian terhadap apa yang dilihatnya sebagai meningkatnya pengaruh oleh kelompok garis keras di kawasan Xinjiang di barat jauh yang mana ratusan orang terbunuh lebih dari beberapa tahun yang lalu akibat kekerasan antara para anggota komunitas Uighur dan mayoritas suku Han China.
Pemerintah telah meningkatkan aturan yang melarang atribut-atribut keagamaan yang terlihat nyata, seperti kerudung dan jenggot.
Secara terpisah, beberapa pemeluk agama Kristen di China menyatakan bahwa pihak berwenang membatasi aktivitas mereka dan menurunkan salib di gereja di wilayah pesisir Provinsi Zhejiang.
Pihak berwenang menyatakan bahwa salib tersebut dibongkar karena umat Kristen di China dianggap melakukan pelanggaran peraturan atas bangunan ilegal.
Unjuk rasa pecah pada 2014 di kota yang banyak dihuni umat Kristen China, Wenzhou, juga di Zhejiang, atas tindakan pembongkaran salib yang dilakukan pemerintah setempat.
Pada bulan Januari lalu, pihak berwenang juga menyatakan bahwa beberapa pastur Kristen diperiksa atas dugaan penggelapan dana.
Investigasi itu dilakukan setelah pastor tersebut melancarkan aksi menentang pembongkaran salib.
Para anggota Partai Komunis China wajib menganut paham-paham Marxis dan masih tetap kukuh sebagai atheis, demikian pernyataan Xi dalam sambutannya.
