
Pemkab Lamtim apresiasi Kodam XXI/Radin Inten dukung ketahanan pangan

TNI bukan hanya bicara soal pertahanan dan stabilitas keamanan, tapi sudah terjun langsung membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur mengapresiasi jajaran Kodam XXI/Radin Inten atas dukungannya dalam program ketahanan pangan.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah mengatakan apresiasi diberikan karena Kodam XXI/Radin Inten tidak hanya berperan dalam pertahanan dan keamanan, tetapi juga turun langsung ke sektor riil pertanian.
"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. TNI bukan hanya bicara soal pertahanan dan stabilitas keamanan, tapi sudah terjun langsung membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak,” ujarnya, di Lampung Timur, Selasa.
Ela menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan program swasembada pangan nasional. Sebagai daerah penghasil padi terbesar kedua di Provinsi Lampung, Lampung Timur siap mendukung kebijakan tersebut secara maksimal.
"Alhamdulillah, Lampung Timur merupakan penghasil padi kedua di Provinsi Lampung. Ini tentu harus kita jaga dan tingkatkan melalui kolaborasi semua pihak," kata dia.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran penting memastikan petani dapat menjalankan siklus tanam secara optimal, mulai dari musim tanam pertama (MT1), MT2, hingga MT3.
"Pemerintah daerah harus turun langsung melayani. Petani bisa tanam, bisa panen, itu sudah luar biasa. Di situlah terjadi perputaran ekonomi yang menjadi bagian dari ketahanan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ela juga turut menyoroti dukungan regulasi pemerintah pusat yang dinilai kian berpihak kepada petani, salah satunya kesiapan Bulog menyerap hasil panen dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Bulog sudah siap menampung hasil panen petani. HPP sudah ditetapkan, ini membuat petani merasa lebih tenang dan senang,” ucap dia.
Ela memaparkan Kabupaten Lampung Timur memiliki luas baku sawah (LBS) mencapai 55.952 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 2.900 hektare berada di Kecamatan Way Bungur sebagai wilayah pendampingan, sementara 500 hektare di Desa Braja Fajar menjadi lokasi tanam serentak.
"Ini satu hamparan yang memang waktunya tanam untuk MT1, dari Januari sampai April nanti panen dan masuk MT2," katanya.
Lebih lanjut, kelancaran sistem irigasi menjadi faktor kunci keberhasilan pertanian di Lampung Timur. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan irigasi berjalan optimal.
"Karena ini LBS yang mengandalkan irigasi, kalau irigasi macet petani tidak bisa mengikuti siklus tanam. Maka koordinasi terus kami lakukan," tambah Bupati.
Baca juga: Dorong produktivitas petani, Wabup Lampung Timur serahkan bantuan alsintan
Baca juga: Bupati Lamtim wujudkan tanggul sungai di Braja Asri, berfungsi penangkal gajah liar Way Kambas
Baca juga: Wabup Lampung Timur dorong kuatkan aksi konvergensi menuju Generasi Emas 2045
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
