
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah

Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus mengintensifkan upaya penanganan konflik antara gajah liar dan manusia di wilayah penyangga
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melakukan penguatan infrastruktur pengamanan di kawasan taman nasional guna mencegah adanya interaksi negatif satwa liar dengan masyarakat di desa penyangga.
"Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus mengintensifkan upaya penanganan konflik antara gajah liar dan manusia di wilayah penyangga," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MHD Zaidi berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan interaksi negatif antara satwa liar dan aktivitas manusia masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan kawasan konservasi. Hingga saat ini, Balai Taman Nasional Way Kambas telah menempuh berbagai langkah taktis di lapangan, dan pendekatan struktural menjadi salah satu prioritas ke depan.
"Kami mengapresiasi keberadaan tanggul sepanjang 12 kilometer di sisi utara yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang kondisinya masih kokoh. Namun urgensi pembangunan infrastruktur tambahan di titik-titik krusial lainnya untuk mencegah satwa keluar kawasan perlu dilakukan," katanya.
Pihaknya pun berencana melakukan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan tersebut meliputi melakukan pembangunan tanggul dan kanal sepanjang 11 kilometer di wilayah perbatasan Kecamatan Way Jepara yang kerap terjadi konflik.
Kemudian melakukan pembangunan pagar pengaman sepanjang 18 kilometer yang membentang dari Muara Jaya hingga Margahayu dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 21 kilometer pada titik-titik rawan lintasan gajah dari batas utara hingga selatan Taman Nasional Way Kambas.
Selain itu, juga membuat pembatas permanen di batas alam sungai yakni di area Way Pegadungan, Way Seputih, dan Sungai Kuala Penet dengan total panjang keseluruhan mencapai 60 kilometer.
"Infrastruktur ini berfungsi vital sebagai pembatas alami atau barrier, agar pergerakan gajah tetap terkonsentrasi di dalam kawasan konservasi dan meminimalisir potensi masuk ke lahan masyarakat," tambahnya.
Untuk mengurangi interaksi negatif antara satwa liar dengan masyarakat desa penyangga, telah dilakukan juga patroli intensif di wilayah rawan. Kemudian memasang GPS Collar pada kelompok gajah liar untuk pemantauan pergerakan, serta pemanfaatan gajah jinak untuk memblokade dan menggiring gajah liar kembali ke habitat alaminya.
"Dalam pelaksanaan pengamanan kawasan juga diperkuat melalui sinergi dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), mitra Taman Nasional Way Kambas, serta unsur TNI dan Polri. Koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus ditingkatkan guna merespons laporan konflik secara cepat dan terukur," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Taman Nasional Way Kambas lakukan penguatan infrastruktur pengamanan
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
