Rupiah menguat seiring ancaman tarif Trump kepada negara Eropa

id Tarif Trump,Tarif AS,Greenland,Trump,Rupiah,RDG BI,BI-Rate,Suku Bunga BI,Rupiah Hari Ini,Kurs Rupiah,Nilai Tukar Rupiah

Rupiah menguat seiring ancaman tarif Trump kepada negara Eropa

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah mencapai posisi Rp16.885 per Dolar AS atau tergerus 0,15 persen pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Risiko geopolitik terkait Greenland yang menjadi pemicu, sehingga aset-aset dalam dolar lebih berisiko dan inflasi AS yang mulai merangkak naik akibat tarif

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan kurs rupiah menguat seiring ancaman tarif Presiden AS Donald Trump kepada negara-negara Eropa.

"Rupiah pada perdagangan hari ini berpeluang menguat di kisaran Rp16.910 - Rp16.970 dipengaruhi oleh global trend pelemahan indeks dolar seiring meningkatnya risiko ancaman tarif AS ke negara-negara Eropa,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Trump mengancam memberikan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington mengakuisisi Greenland.

Negara-negara yang menjadi target ialah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia.

Ancaman tersebut berpotensi meningkat jadi 25 persen pada 1 Juni apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait Greenland.

Pengumuman tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Eropa dan meningkatkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan Trans-Atlantik yang lebih luas.

"Risiko geopolitik terkait Greenland yang menjadi pemicu, sehingga aset-aset dalam dolar lebih berisiko dan inflasi AS yang mulai merangkak naik akibat tarif,” ungkap Rully.

Melihat sentimen domestik, pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan menahan bunga di level 4,75 persen.

"Pelaku pasar terutama asing masih berhati-hati untuk masuk dan membeli obligasi pemerintah akibat belanja dan penerbitan obligasi yang agresif," kata dia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring ancaman tarif Trump kepada Eropa

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.