Lampung Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) kapal nelayan yang terdampar di Pulau Segama, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) pada Selasa pagi.
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan proses evakuasi berjalan cukup sulit akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
"Alhamdulillah, penyelamatan terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang mengalami kebocoran dan tenggelam di sekitar Pulau Segama, Lampung Timur, sudah berhasil dievakuasi," kata dia.
Ia menjelaskan kelima nelayan yang terdampar akibat kebocoran kapal tersebut, merupakan warga Desa Keramat, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
"Lima orang ABK itu, yakni Muktar, Kadir, Samsul, Saldi, dan Yaldi. Semuanya merupakan warga Desa Keramat,” ucapnya.
Menurutnya, evakuasi SAR tersebut bermula pada saat tim mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya nelayan yang terdampar dan membutuhkan pertolongan.
"Pada hari ini kapal nelayan berlayar dari Pelabuhan Bakauheni untuk melaut mencari ikan, tiba-tiba cuaca buruk dan terkena ombak, sehingga kapalnya mengalami kebocoran," ujar dia.
Ia mengatakan setelah mendapatkan laporan, tim SAR mempersiapkan peralatan dan berangkat menuju lokasi menggunakan KN SAR Basudewa untuk proses evakuasi.
"Kapten kapal sempat menghubungi pihak keluarga untuk memberitahukan posisi terakhir di Pulau Segama. Tim langsung bergerak menuju lokasi yang diduga tempat para korban terdampar. Jarak tempuh dari Bakauheni menuju Pulau Segama kurang lebih tiga jam," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim SAR evakuasi lima ABK kapal terdampar di Pulau Segama Lamtim
