Logo Header Antaranews Lampung

Tokoh Agama Lampung ingatkan pentingnya ketahanan keluarga di Natal 2025

Kamis, 25 Desember 2025 08:48 WIB
Image Print
Tokoh Agama Katolik Lampung sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Kepercayaan (HAK) dan Kerawaman Keuskupan Tanjung Karang Romo Philipus Suroyo saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Oleh karena itu, mewujudkan ketahanan keluarga penting dilakukan, karena keluarga adalah benih atau sel pertama dan utama dalam kehidupan.

Bandarlampung (ANTARA) - Tokoh Agama Katolik Lampung Romo Philipus Suroyo mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi iman dan kehidupan dalam pesan Natal 2025.

"Merujuk pada tema Natal tahun ini yang dibuat oleh PGI dan KWI, yakni Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga," ujar Tokoh Agama Katolik Lampung sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Kepercayaan (HAK) dan Kerawaman Keuskupan Tanjung Karang Romo Philipus Suroyo di Bandarlampung, Kamis.

Tema itu terinspirasi dari Matius pasal 1 ayat 21-24, dimana Natal adalah lawatan, kehadiran, kasih cinta Tuhan yang nyata yang kepada manusia melalui Yesus Kristus. Berarti Natal itu mengubah sejarah kelabu, kekelaman menjadi sejarah keselamatan yang memberi harapan, dan suka cita.

Ia mengatakan pada Natal 2025, seluruh umat Kristiani diminta untuk meneladani kasih serta pengorbanan Yesus Kristus dengan menjadikan keluarga sebagai fondasi iman, kasih, pengharapan dan mampu mengarahkan anggota keluarga untuk tetap hidup sesuai perintah Tuhan dengan taat dan takut akan Tuhan serta setia, sehingga keluarga bisa jadi kado spesial bagi semua.

"Oleh karena itu, mewujudkan ketahanan keluarga penting dilakukan, karena keluarga adalah benih atau sel pertama dan utama dalam kehidupan. Tempat dimana anak belajar tentang beriman, mengalami kasih Tuhan, belajar mengasihi, melayani melalui keluarga," katanya.

Dia menjelaskan di tengah fenomena krisis dehumanisasi dari sisi kemanusiaan, peran orang tua dalam keluarga untuk menanamkan kepada anaknya agar dapat menghargai kehidupan dan sesama penting dilakukan.

"Menghargai sesama, tidak melecehkan, memandang bahwa kita sebagai gambar dan rupa Allah sendiri, penting ditanamkan di dalam keluarga. Sebab umat Kristiani bergantung pada hukum kasih dimana kita harus mengasihi sesama ataupun yang membenci kita," ucap dia.

Menurut dia, saat ini pun marak terjadi perceraian keluarga akibat berbagai hal, karena terlibat judi online, pinjaman online dan gaya hidup hedonisme. Hal tersebut terjadi karena ketahanan keluarga yang kurang kuat. Oleh karena itu, penting untuk membentuk keluarga sebagai tempat yang aman dan nyaman, serta orang tua harus berperan sebagai teladan bagi anak.

"Pesan-pesan Natal ini penting untuk terus digaungkan di tengah masyarakat dan warga gereja. Sehingga, keluarga menjadi komunitas cinta, komunitas pengharapan, tempat iman bertumbuh, tempat belajar kearifan lokal dan menjaga lingkungan. Sehingga, membentuk identitas pribadi yang sesuai dengan karakter Kristus," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung pastikan perayaan malam Natal berjalan dengan lancar

Baca juga: Sebanyak 63 warga binaan di Lampung dapat remisi Natal

Baca juga: Bandarlampung siapkan tenaga medis pada posko Natal dan tahun baru



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026