Anggrek Langka Ditemukan Di Bengkulu

id flora, anggrek, Bengkulu

Anggrek Langka Ditemukan Di Bengkulu

Grammatophyllum speciosum (Istimewa)

Bengkulu (ANTARA LAMPUNG) - Anggrek terbesar di dunia Grammatophyllum speciosum yang disebut juga anggrek tebu ditemukan mekar di dalam kebun durian warga Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Muko Muko, Provinsi Bengkulu.

"Terakhir mekar tahun 2007 tapi sekarang berbunga lagi dan ukurannya lebih besar," kata warga setempat yang menemukan bunga mekar tersebut Barlian.

Grammatophyllum speciosum, atau dikenal juga Anggrek Harimau, adalah anggrek terbesar di dunia.

Flora langka dan unik ini masih banyak ditemukan di dalam kawasan hutan di sekitar desa mereka, juga tumbuh sebagai tanaman efifit di pohon durian milik warga.

"Kebetulan yang berbunga sekarang mekar di tanaman durian yang sudah tua, rumpun bunga ini juga sangat besar," tambahnya.

Dari pengamatan kata dia bunga tersebut mulai mengeluarkan tangkai bunga pada Juni 2011 yang diperkirakan mekar pada September atau Oktober.

Dari satu tangkai bunga kata dia, muncul 27 bakal bunga yang saat ini panjangnya 40 cm hingga 60 cm.

"Panjang tangkai bunga ini akan bertambah karena biasanya mencapai 150 cm hingga 170 cm," tambahnya.

Barlian yang juga menangkar anggrek hutan ini mengatakan bunga tersebut membutuhkan waktu satu tahun mulai dari proses mengeluarkan tangkai bunga sampai buahnya masak.

Grammatophyllum yang ditangkarnya di pekarangan rumah yang ditumbuhkan pada pohon kelapa juga mulai mengeluarkan tangkai bunga.

Rumpun yang besar merupakan kekhasan bunga tersebut dimana jumlah batang anggrek yang ditangkarnya mencapai 250 batang yang panjangnya bervariasi mulai 1 meter hingga 3,5 meter.

"Bunga yang saya tangkar di pekarangan juga terakhir mekar pada 2007, sekarang mekar lagi setelah empat tahun," ujarnya.

Jika mekar, bunga tersebut bisa bertahan selama dua hingga empat bulan.

Barlian mengatakan kelestarian bunga langka itu semakin terancam dengan aktivitas perambahan hutan.

(Ant)

Editor : Agusta Hidayatullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.