Bandarlampung (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung melakukan pendampingan terhadap 7.563 petani padi Desa Telogotejo, Kabupaten Lampung Timur guna untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
"Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses bisnis petani sejak penyiapan lahan hingga penyerapan gabah berjalan baik sesuai prosedur," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, di Lampung Timur, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan tersebut dilakukan Kajati melalui program Mitra Petani Adhyaksa, yang mampu mengolah 4.100 hektare sawah dari 15 gabungan kelompok tani.
"Dengan pendampingan ini kami menargetkan hasil panen raya menembus angka 28 ribu ton gabah," kata dia.
Ia menyampaikan bahwa program Petani Mitra Adhyaksa merupakan langkah nyata dari kejaksaan dalam memberikan pendampingan terhadap petani baik pendampingan dari sisi hukum, permodalan, mendapatkan pupuk, alat tani, sampai pencegahan gagal panen dan berbagai hal lainnya.
"Kejati dan Kejaksaan Negeri Lampung Timur, siap bersinergi sepenuhnya dengan Forkompimda dan stakeholder lainnya guna mendukung ketahanan pangan terwujud di kabupaten ini sesuai Asta Cita Presiden Prabowo dan arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin," kata dia.
Ia mengatakan Lampung merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia, sehingga Kejaksaan akan turun langsung untuk memastikan semua proses bisnis, mulai dari hulu sampai hilir, penyiapan lahan hingga nanti penyerapan gabahnya tetap berjalan dengan baik sesuai ketentuan berlaku.
"Kami yakin melalui program ini, petani tidak akan terkena rentenir, tengkulak, dan tidak mengalami permainan harga. Kami akan ikuti satu demi satu proses tersebut. Distribusi pupuk juga kami cermati jangan sampai ada penyelewengan, benih, alat mesin padi dan lain sebagainya akan terus diawasi bersama-sama dengan pemerintah daerah," kata dia.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meyakini peran serta Kejaksaan Tinggi lampung dan jajarannya dapat menjadikan kabupaten ini sebagai garda terdepan mendukung ketahanan pangan Indonesia.
"Atas nama pemerintah daerah, kami ikut senang dan bangga karena Pemda tak bisa menyelesaikan sendirian (ketahanan pangan), karena semua perlu kolaborasi," katanya.
Baca juga: Pemprov Lampung minta petani percepat tanam padi untuk capaian produksi
Baca juga: BRMP Lampung siapkan penggunaan varietas padi tahan musim kering
Baca juga: Balai BRMP Lampung laksanakan pembenihan padi sebanyak 120 ton
