
BRMP Lampung siapkan penggunaan varietas padi tahan musim kering

Harapannya ini bisa membantu memenuhi target produksi di Lampung selama 2025, jadi meski memasuki musim kemarau tetap ada tanam padi
Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Balai Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menyiapkan penggunaan varietas padi tahan kekeringan sebagai antisipasi musim kemarau.
"Untuk mengantisipasi adanya musim kemarau yang bisa mengganggu produktivitas, maka kami sudah mempersiapkan penggunaan varietas padi tahan kekeringan, dan air asin atau salinitas dengan nama Biosalin dengan nama varietasnya, Agritan 1 dan 2," ujar Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan di Bandarlampung, Lampung, Senin.
Ia mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba penyemaian yang dapat digunakan sebagai sumber benih setelah 15 hari semai di Kabupaten Mesuji seluas 10 hektare dan Way Seragi, Kabupaten Lampung Selatan, ada dua hektare.
"Untuk perbenihan varietas tahan salin ini di Mesuji sudah diberdayakan oleh tiga kelompok, di Lampung Selatan ini baru dibentuk beberapa waktu lalu dengan jumlah kelompok tani yang memberdayakan sebanyak dua kelompok," katanya.
Ia mengharapkan dengan adanya pengembangan varietas padi tahan kekeringan, dapat mengantisipasi kekeringan serta kenaikan air asin di periode Agustus-September.
"Selain Biosalin Agritan 1 dan 2 yang bisa tahan terhadap salinitas, juga ada jenis Inpago yang tidak membutuhkan banyak air serta hemat air. Ini menjadi salah satu alternatif agar masih ada tanam padi di musim kering," ucap dia.
Menurut dia, jenis padi Biosalin yang telah disemai di lahan percobaan produktivitasnya bisa mencapai 5-6 ton per hektare.
"Produksinya sebanyak 5-6 ton, dan ini sudah terbukti, sehingga kami berani memberikan varietas ini kepada petani sebab sudah dicoba. Ketahanan rebah sama dengan jenis Inpari, namun memang jenis ini khusus tahan salinitas dari jenis lainnya," tambahnya.
Ia melanjutkan bila saat ini memasuki musim tanam padi tahan kekeringan, maka diperkirakan panen akan berlangsung tiga bulan setelah tanam.
"Harapannya ini bisa membantu memenuhi target produksi di Lampung selama 2025, jadi meski memasuki musim kemarau tetap ada tanam padi," ujar dia.
Baca juga: Balai BRMP Lampung laksanakan pembenihan padi sebanyak 120 ton
Baca juga: Realisasi luas tambah tanam di Lampung hingga Juni capai 640.851 hektare
Baca juga: Lampung Selatan jadikan lahan 1.019 hektare jadi kawasan pertanian modern
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
