Klopp: Kekalahan dari Palace seperti "sampah"

id liverpool,juergen klopp,liga inggris,arsenal,man city

Klopp: Kekalahan dari Palace seperti "sampah"

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp. (AFP/DARREN STAPLES/DARREN STAPLES)

Babak pertama membuat kami mendapat masalah yang tidak bisa kami selesaikan di babak kedua, kata dia
Jakarta (ANTARA) - Jurgen Klopp mengeluhkan sikap tak percaya diri pemain Liverpool dan menyebut kekalahan 0-1 dari Crystal Palace sebagai "sampah" seusai pertandingan Liga Inggris pekan ke-33 di Stadion Anfield, Minggu.

Liverpool menderita kekalahan kedua di kandang setelah dipermalukan Atalanta 0-3 pada perempat final Liga Europa pada Kamis (11/4) yang menjadi kekalahan perdana di Anfield selama 14 bulan.

Pelatih asal Jerman yang meninggalkan Liverpool akhir musim ini pun mengumpat dengan mengatakan bahwa kekalahan itu seperti "sampah" dan menyayangkan sikap timnya yang tidak memberikan reaksi setelah Eberechi Eze menyarangkan bola ke gawang Allison pada babak pertama.

"Rasanya 100 persen sampah,” kata Klopp sebagaimana diwartakan AFP hari ini.

“Babak pertama membuat kami mendapat masalah yang tidak bisa kami selesaikan di babak kedua," kata dia.

"Di babak pertama saya mau melihat reaksi dari pertandingan terakhir (kalah dari Atalanta). Kami melihat reaksi, tapi bukan reaksi yang kami inginkan. Anda bisa melihat tim tidak sepenuhnya yakin. Kami kurang percaya diri," kata dia.

Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di posisi tiga, selisih dua angka dari pemimpin klasemen Manchester City. Di sisi lain, Arsenal yang takluk dari Aston Villa menduduki posisi kedua dengan perolehan poin yang sama dengan The Reds, 71 angka.

Setelah ini, Liverpool akan menghadapi tiga laga tandang melawan Fulham, Everton dan West Ham dalam dua pekan ke depan. Klopp pun menyatakan ingin segera memperbaiki performa tim meski dengan waktu yang singkat.

"Jika kami bermain dengan level penuh maka kami adalah sebuah kekuatan, namun hari ini kami bermain kurang bagus di kedua babak dan itulah mengapa kami kalah," kata Klopp.

Bek kiri Andy Robertson mempertanyakan kenapa Liverpool kehilangan ketajaman sekaligus bermain ceroboh di lini belakang yang membuat mereka kebobolan empat gol tanpa mencetak angka dalam dua laga.

"Sejak kami kembali dari timnas (pada Maret) kami mungkin tidak begitu tajam di depan gawang. Itu bukan hal bagus jika kami memang mengincar gelar dan trofi," tambah Robertson.

"Kami kehabisan tenaga di depan gawang. Dua pertandingan sekarang tidak ada gol di Anfield yang sangat, sangat jarang terjadi," kata kapten Skotlandia itu.