Satu toko dan rumah di Metro ludes dilalap api

id Kebakaran

Satu toko dan rumah di Metro ludes dilalap api

Petugas Damkar Kota Metro tengah menyemprotkan air untuk mendinginkan toko dan rumah yang terbakar di Jalan Ryacudu pada Jumat (15/10) siang. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Metro (ANTARA) - Kebakaran menghanguskan satu buah toko dan rumah di Jalan Ryacudu, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat pada Jumat (15/10) siang. Api berasal dari kompor gas di toko yang menjual ayam goreng tersebut.

Menurut saksi mata, Zainuddin (50), kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Api berasal dari toko yang menjual ayam goreng, kemudian membesar dan membakar rumah yang berada di belakang ruko tersebut.

"Iya tadi kejadian selepas salat Jumat. Api dari toko kemudian melebar kemana-mana. Katanya tadi api dari kompor gas, saat yang jaga toko sedang menggoreng ayam," katanya.

Kepala Satpol PP Kota Metro, Imron didampingi Komandan Jaga Pemadam Kebakaran, Agus Setiawan menjelaskan, api berasal dari kebocoran gas LPG dan menyambar api dari kompor lainnya yang sedang digunakan untuk menggoreng ayam. 

"Pemilik toko gagal memadamkan kemudian api langsung membesar. Tiga menit berselang pemilik menghubungi kami," jelasnya.

Dikatakanya, petugas menerjunkan tiga unit mobil Damkar. Api baru berhasil dipadamkan satu setengah jam kemudian.

Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian diperkirakan hingga ratusan juta rupiah.

"Untuk kerugian pastinya kita belum tahu, karena masih didata oleh pihak kepolisian," tambahnya.

Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman saat meninjau proses pemadaman api mengimbau masyarakat dan pengendara yang melihat proses pemadaman untuk tidak berkerumun dan mendekat ke titik api. 

"Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan. Masyarakat jangan terlalu dekat, karena ini berbahaya. Dan kebakaran ini juga bukan tontonan," imbaunya. 

Pihaknya juga meminta agar pemilik toko di Kota Metro memiliki Alat Pemadam Api Ringan (Apar) untuk mengantisipasi adanya kebakaran. 

"Kalau ada Apar itu api yang kecil bisa langsung dipadamkan. Jadi tidak sampai membesar," terangnya. 
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021