DPRD Riau minta Dispar susun konsep wisata menarik, tingkatkan kunjungan turis

id wisata riau, pariwisata riau,dprd riau

DPRD Riau minta Dispar susun konsep wisata menarik, tingkatkan kunjungan turis

Pasar Wisata Pasar Bawah di Kota Pekanbaru. (ANTARA/Riski Maruto)

Komisi V DPRD Riau meminta agar Dinas Pariwisata setempat menyusun konsep pariwisata yang menarik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan atau turis ke Riau.
Pekanbaru (ANTARA) - Komisi V DPRD Riau meminta agar Dinas Pariwisata setempat menyusun konsep pariwisata yang menarik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan atau turis ke Riau.

Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy Mohd Yatim di Pekanbaru, Jumat, mengatakan konsep itu diperlukan mengingat program-program pariwisata dari tahun ke tahun belum menunjukkan hasil yang maksimal dan hanya berfokus pada kegiatan seremonial.
Baca juga: Dispar sebut 142.673 wisman kunjungi Riau pada Januari-November 2019

Ia juga menilai selama ini Riau tidak memiliki konsep tur pariwisata yang layak untuk dijual, padahal potensi keindahan alam dan obyek wisata yang dimiliki sangat banyak.

"Saya lihat belum ada konsep wisata yang jelas di Riau. Padahal potensi objek-objek wisata yang kita miliki sangat banyak. Ini perlu SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkelas dan handal untuk mengelola pariwisata ini," kata Eddy.

Untuk itu, dia menyarankan agar organisasi perangkat daerah terkait segera menyusun peta induk destinasi wisata. Keberadaan peta ini untuk mempermudah pengelolaan sektor wisata.

"Kita minta peta induk ini disiapkan sehingga nanti bisa diurut daerah-daerah mana saja. Ini juga bisa menjadi paket tur yang sangat menarik. Bahkan konsep ini bisa ditawarkan ke investor yang mau berinvestasi," kata Politisi Demokrat Riau itu.
Baca juga: Bukit Suligi di Rokan Hulu Riau peringkat pertama Anugerah Pesona Indonesia 2019

Ia mencontohkan salah satu paket wisata yang berpotensi mengundang masuknya wisatawan adalah tur ke Pulau Rupat yang selama ini masih sepi kunjungan.

"Kalau ini dibuatkan paket tur, ditambah lagi nanti selesainya Tol Pekanbaru-Dumai yang ditempuh hanya dua jam. Masuk ke Rupat hanya 1,5 jam, sampai kita ke Selat Malaka maka terlihat keindahan alam yang luar biasa," katanya.

Eddy juga mengatakan, jika serius digarap sektor pariwisata akan berpotensi besar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut dia, dalam kondisi saat ini, Riau tidak bisa hanya bergantung pada sektor perkebunan dan migas.

"Saya sering katakan bahwa kita seharusnya tidak lagi berpikir menggantungkan harapan dari hasil bumi. Banyak potensi yang bisa digali salah satunya sektor wisata," ujarnya.
Baca juga: Asita Riau sesalkan penutupan Istana Siak karena ahli waris berselisih
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar