Jalan Lintas Timur Lampung padat

id Pemudik, jalinpantim, kendaraan

Arus mudik di Jalinpatim Lampung (Muklasin/Antara)

Lampung Selatan (Antaranews Lampung) - Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada dua hari (H-2) menjelang Lebaran 2018  makin ramai dilintasi kendaraan pemudik, baik tujuan Sumatera atau sebaliknya menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
         
Berdasarkan pantaun, di Jalinpantim, Lampung Timur, Rabu, menunjukkan kepadatan kendaraan pemudik baik roda dan empat terpantau di jalan nasional tersebut seperti Kecamatan Way Jepara menuju jalur lintas timur Kabupaten Lampung Tengah.
           
Kepadatan kendaraan mobil dan motor di jalan ini terpantau lebih tinggi jika dibandingkan hari kemarin. 
           
Kendaraan pemudik melaju dengan kecepatan sedang di jalur  Jalan Lintas Timur Sumatera  yang kondisi jalanya secara umum cukup baik.
           
Bus juga banyak melintas tetapi kendaraan truk baik yang ukuran sedang dan besar tidak nampak melintas.
         
Sementara kendaraan pemudik asal Sumatera  dan sekitarnya tujuan Pelabuhan Bakauheni melaju sedang, namun kendaraan sepeda motor pemudik sedikit.
         
Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pemudik yang melintas di Jalinpantim, Kabupaten Lampung Timur, Polres setempat menyiagakan 629 personil gabungan berikut sejumlah pos pantau dan pos pengamanan yang  didirikan di jalur yang dilewati pemudik.
         
Selain itu, Polres Lampung Timur mengaktifkan Satuan Tugas Anti Begal untuk mengantisipasi tindak kejahatan pembegalan di Jalan Lintas Pantai Timur, selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018.
       
  Kegiatan Satgas Anti Begal tersebut melakukan patroli rutin di sepanjang Jalinpantim guna mengantisipasi pembegalan kepada masyarakat dan pemudik.
       
Jumlah personil satgas sebanyak 60 orang, belum termasuk 629 tim gabungan yang dibentuk dalam Operasi Ketupat 2018 untuk mengamankan pemudik dan masyarakat.      


 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar