
Pakar Energi Lampung sebut kurangi konsumsi BBM dengan transportasi massal

Bila berbicara tentang energi salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai bahan bakar minyak, dan ini tidak jauh dari penggunaan transportasi
Bandarlampung (ANTARA) - Pakar Energi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung Rishal Asri mengatakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di daerah dapat dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal transportasi massal di wilayahnya.
"Bila berbicara tentang energi salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai bahan bakar minyak, dan ini tidak jauh dari penggunaan transportasi. Di Indonesia itu 50 persen energi habis di penggunaan transportasi terutama kendaraan roda dua," ujar Rishal Asri di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan dalam rangka mengurangi konsumsi atas bahan bakar minyak, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan seperti kebijakan satu pintu impor minyak mentah, dan kebijakan pencampuran etanol 10 persen.
"Sebenarnya untuk mengurangi kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan memperbanyak menggunakan transportasi massal. Seperti di Kota Bandarlampung dapat kembali mengaktifkan bus rapid trans (BRT), sehingga penggunaan kendaraan khususnya roda dua bisa dikurangi," katanya.
Ia mengatakan daerah dapat berkontribusi dalam pengurangan konsumsi hingga mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak fosil, dengan kembali mengaktifkan transportasi massal bagi masyarakat.
"Seandainya transportasi publik kita sudah memadai bisa mengakomodir semua kebutuhan, kebutuhan energi untuk minyak itu bisa dikurangi. Dan itu bisa dilakukan pertama dimulai dari daerah," ujar dia.
Menurut dia, selain itu untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak, dapat pula diperluas dalam penggunaan kendaraan listrik. Namun harus diperkuat dengan mempersiapkan infrastruktur dengan memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, menjamin keamanan pengguna kendaraan listrik, dan keterjangkauan harga kendaraan listrik.
"Jadi ketersediaan, akses, kemudahan, keterjangkauan harga dan penerimaan atas upaya pengurangan konsumsi bahan bakar minyak melalui penggunaan transportasi publik serta kendaraan listrik harus dipastikan, agar masyarakat merasakan dampaknya secara langsung atas konversi energi atau program hemat energi," katanya, menambahka
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
