Bandarlampung (ANTARA) - CEO Surya Grup sekaligus pimpinan perusahaan rokok HS, Muhammad Suryo membangun ulang masjid An Nur dengan anggaran Rp1 miliar di Dusun 7 Marga, Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
"Dengan izin takmir masjid dan warga, kami bangun ulang dan perluas. Semoga semakin bermanfaat dan menambah kenyamanan warga dalam beribadah," kata Suryo saat peletakan batu pertama pembangunan masjid An Nur, Jumat.
Dalam kesempatan itu, Suryo didampingi Distributor HS wilayah Sumatra, Danang Setia. Hadir juga Camat Bandar Sribhawono, Kapolsek, Danramil, dan Kades Sadar Sriwijaya.
Ia juga mengungkapkan alasan membangun masjid di dusun terpencil, karena dirinya merupakan warga desa setempat, meski saat ini berdomisili dan mempunyai perusahaan di Yogyakarta.
Suryo lahir di dusun 7, 41 tahun yang lalu, sebelum dibawa orang tuanya bermigrasi ke Bengkulu. Di halaman depan masjid itu, Suryo kecil setiap hari bermain bersama teman-temannya dan pertama kali belajar agama.
Masjid itu juga menyimpan kenangan Suryo pada sosok kakeknya, Suparman. Warga desa mengenal kakek Suryo itu sebagai salah satu perintis bangunan masjid yang berdiri pada 1970-an itu.
"Mbah kakung saya, mbah Parman. Mbah putri, mbah Tum. Keduanya dimakamkan di dusun ini," kenangnya.
Ketua Takmir Masjid An Nur Imam Romaji menceritakan masjid itu dibangun Suparman dan warga lainnya di atas lahan wakaf seluas 5.000 meter persegi. Namun karena keterbatasan dana, lahan yang dibangun hanya 11 x 11 meter.
Seluruh dinding masjid tersusun dari batu kali yang diangkut warga dari sungai sekitar. Sebagian batu dibelah, sebagian dibiarkan utuh. Hingga kini, masjid itu dikenal warga sebagai "Masjid Batu", bangunan ikonik yang menyimbolkan gotong royong masyarakat setempat.
Karena ikatan sejarah yang kuat, Suryo meminta izin pada warga dan pengurus untuk membangun ulang masjid itu. Warga juga menyambut antusias karena bangunan masjid sudah waktunya direnovasi.
Warga bersyukur, karena salah satu warganya saat ini menjadi pengusaha sukses yang masih ingat pada tanah kelahiran dan masjid tempatnya belajar. Namun warga mengajukan satu syarat penting yaitu dinding batu dan kubah masjid tidak boleh dihilangkan.
"Saya setuju dinding batu dan kubah dipertahankan, sebab itu ikon. Jejak perjuangan para sesepuh,” kata Suryo.
Menurut dia, pembangunan masjid ini bukan hanya untuk mengenang kakeknya, tetap juga sebagai bentuk pengabdian pada tanah kelahiran serta penghormatan pada sejarah kampung dengan warganya yang berjuang bersama dalam segala keterbatasan.
Ia berharap masjid yang telah direnovasi nantinya tidak hanya berdiri megah, tetapi juga melahirkan manfaat nyata.
"Kalau masjidnya makmur, masyarakatnya ikut makmur," harapnya.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Waris Afandi mengatakan Masjid Batu bukan sekadar tempat ibadah. Namun juga pusat kegiatan sosial, belajar mengaji, musyawarah warga, kegiatan pemuda, dan aktivitas sosial lainnya.
"Kurang lebih 150 kepala keluarga memanfaatkan masjid ini," katanya.
Dulu, lanjut dia, hanya 85 persen warga kampung beragama Islam. Kini jumlahnya mencapai 95 persen, dengan mayoritas berafiliasi dengan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah dan Nahdlatul Ulama (NU).
"Masjid ini mempererat persatuan dan menjaga toleransi. Sangat menopang kebutuhan spiritual sekaligus sosial warga," ujarnya.
Sebelumnya, Suryo juga telah membangun puluhan masjid di Jawa dan Sumatera melalui program CSR Surya Group. Khusus Lampung, sudah ada dua masjid, yakni di Lampung Selatan dan Tulang Bawang.
Selain menaungi perusahaan rokok HS, Surya Group juga memayungi sejumlah unit usaha. Dari konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga industri penerbangan lewat maskapai komersial Fly Jaya.
Perusahaan rokok HS kini diketahui tengah ekspansi di Lampung Timur. Sebuah pabrik baru dibangun di sana dengan luas lahan sekitar dua hektare. Rencananya, pabrik rokok itu akan menyerap 3.000 tenaga kerja.
"Mohon doa semoga pembangunan lancar, Maret besok kami target rampung dan segera beroperasi sehingga mampu memberi sumbangsih pada kesejahteraan ekonomi warga Lampung," tutup Suryo.
