Presiden Putuskan Bangun Kembali Masjid Terdampak Gempa

id presiden tiba di aceh, tinjau korban gempa, presiden joko widodo

 Presiden Putuskan Bangun Kembali Masjid Terdampak Gempa

Presiden Joko Widodo didampingi Plt Gubernur Aceh, Soedarmo (kedua kiri) berjalan bersama saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Kamis (8/12). Presiden dijadwalkan akan mengunjungi lokasi gempa di Kabupaten Pidie, Aceh. ( ANTARA

...Saya sudah melihat keadaan masjid, dan saya putuskan akan dibangun kembali. Kita kerjakan bersama-sama mulai besok, kata Presiden...

Pidie Jaya (ANTARA Lampung) - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk segera membangun kembali Masjid At Taurrub yang rusak parah terdampak gempa di Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

"Saya sudah melihat keadaan masjid, dan saya putuskan akan dibangun kembali. Kita kerjakan bersama-sama mulai besok," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat, seusai meninjau Masjid At Taurrub di Kecamatan Trienggadeng yang rusak parah.

Presiden meminta agar masjid tersebut segera dibersihkan dan dibangun kembali.

"Yang saya horamti takmir dan seluruh pengurus Masjid At Taarub di Trienggaden dan masyarakat yang hadir, saya sudah melihat sendiri kondisi masjid ini," kata Jokowi.

Setiba di halaman masjid, Presiden dan rombongan disambut anak-anak yang menyanyikan lagu "Jokowi Siapa yang Punya", dengan dipimpin Seto Mulyadi.

Di halaman masjid yang rusak parah itu, Kemsos mendirikan posko penanganan dampak gempa yang juga menampung anak-anak.

"Saya titip anak-anak tetap terus gembira, bernyanyi," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden memberikan kuis berhadiah kepada anak-anak yang hafal Pancasila.

Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Plt Gubernur Aceh Sudarmo, Menkes Nila F Moeloek, Seskab Pramono Anung, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Tetan Masduki, Kepala BNPB Willem R, Mendikbud Muhadjir Effendy. (Ant)

Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.