Mesuji, Lampung (ANTARA Lampung) - Para konsumen yang mengisi bahan bakar minyak untuk kendaraannya menyatakan pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Tanjungraya Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung terbiasa melayani pengisian menggunakan jeriken, sehingga persediaan BBM cepat habis dan SPBU tidak beroperasi lagi.
Akibatnya, terjadi antrean panjang konsumen berkendaraan bermotor selalu terjadi di SPBU itu, mengingat persediaan BBM-nya pun cepat habis, kata Suparno, warga Tanjungraya di Mesuji, Minggu (20/9).
Ia menuturkan, pada beberapa hari ini, ratusan kendaraan roda empat pick up berjejer di sisi barat SPBU itu mempergunakan satu lajur, dan puluhan sepeda motor juga ikut mengantre.
Mobil pick up itu sedang parkir di samping mesin pengisian BBM dengan menggunakan ratusan jeriken berukuran 30 liter.
Tampak seorang karyawan SPBU itu sibuk mengisi premium ke dalam ratusan jeriken tersebut, dan seorang lelaki yang berada di pick up mengangkut ratusan jeriken tersebut serta menyusunnya di atas pick up tersebut.
Di belakangnya juga sedang antre sebuah mobil pick up dengan ratusan jeriken berukuran sama sedang diturunkan dari pick up dan diletakkan di dekat mesin pompa premium.
Beberapa pengendara sepeda motor pun selain mengisi bahan bakar untuk motornya, juga terlihat mengisi premium dengan jeriken ukuran 30 liter yang dibawanya. Karyawan SPBU itu pun langsung mengisinya.
Hampir semua pengendara sepeda motor yang antre mengisi premium selalu membawa jeriken, dan beberapa mobil sejenis dipenuhi jeriken terlihat parkir di depan SPBU di Tanjungraya Mesuji itu.
Berdasarkan pengakuan beberapa pengendara di lokasi SPBU itu, pemandangan tersebut terjadi setiap hari.
Mereka menduga, dengan SPBU yang melayani pembelian menggunakan jeriken itu, persediaan BBM yang ada dalam beberapa jam saja sudah habis, sehingga SPBU sering ditutup disebabkan pengisian BMM dengan cara menggunakan jeriken selalu terjadi.
Para pengemudi kendaraan yang mengantre di SPBU itu mengatakan, setiap hari mengantre membeli BBM di SPBU ini untuk dijual kembali kepada para pedagang di kampung-kampung di Kabupaten Mesuji ini.
Karyawan SPBU itu enggan menjawab saat ditanya kenapa selalu melayani pembelian BBM dengan jeriken seperti itu. Mereka minta untuk mendapatkan informasi yang diperlukan langsung kepada bos mereka, yaitu pimpinan SPBU tersebut.
Menurut Sunardi, warga Brabasan Mesuji, pemandangan itu sudah biasa terlihat di SPBU Tanjungraya Mesuji berupa pengisian BBM memakai ratusan jeriken.
"Kalau di sini kelihatannya bebas saja," ujar dia lagi.
Dia menuturkan, penjual bensin di pinggir jalan pun biasa membawa jeriken untuk membeli BBM di SPBU itu.
Akibatnya, sejak buka, tidak sampai dua tiga jam SPBU ini sudah tutup lagi, karena bensin dan solar habis. Jika ditanya petugas pelayanannya selalu beralasan sedang menunggu mobil tanki pengangkut BBM dari Bandarlampung yang akan datang, kata Sunardi pula.
