Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 97 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayah Provinsi Lampung telah terbentuk.
"Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi khusus di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Lampung yang awal dibangun tahap satu ada 37 unit. Kemudian ada usulan tambahan di tahap dua sebanyak 60 unit dapur," ujar Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung Saipul di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan pembangunan dapur SPPG khusus di daerah 3T itu tersebar di 12 kabupaten kota seluruh Lampung.
"Untuk dapur total ada 97 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang ada di daerah tertinggal, terdepan, terluar. Di Lampung yang tidak mengajukan pembangunan dapur ini hanya di Kabupaten Pringsewu dan dua kota yakni Bandarlampung serta Metro," katanya.
Ia menjelaskan dari 12 kabupaten di provinsi tersebut yang mengajukan pembangunan dapur SPPG, saat ini tengah menjalankan proses pembangunan untuk lokasi yang masuk dalam tahap satu. Sedangkan lokasi yang masuk dalam tahap dua tengah melakukan proses penetapan titik.
"Bagi lokasi yang berada pada tahap satu pada Desember 2025 kemarin, rata-rata dapur sudah beroperasi aktif," ucap dia.
Menurut dia, untuk lokasi yang berada pada tahap dua saat ini masih dalam tahapan penetapan titik. Kemudian investor sedang melakukan input data, serta nanti setelah hal tersebut selesai, maka langsung dilakukan pembangunan pada Januari 2026 ini.
"Mengenai jumlah siswa yang dilayani oleh dapur SPPG di daerah 3T jumlahnya beragam. Ada yang hanya 40 siswa, rata-rata di bawah 1.000 orang siswa karena memang daerahnya terpencil dan kebanyakan ada di pulau. Berbeda dengan di kota yang sistemnya bisa aglomerasi," tambahnya.
Baca juga: 712 dapur SPPG Lampung telah beroperasi layani Makan Bergizi Gratis
Baca juga: Dinkes Bandarlampung harap SPPG dapat penuhi syarat untuk dapatkan SLHS
Baca juga: DPMPTSP Bandarlampung catat baru enam SPPG ajukan SLHS
