Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Jalan lintas Sumatera wilayah Lampung kini makin ramai dilalui truk pengangkut batu bara yang melebihi tonase sehingga kondisi jalinsum itu makin rusak parah dan macet.
Berdasarkan pantauan di jalan lintas Sumatera (jalinsum) ruas Panjang-Rajabasa Bandarlampung sejak dua hari lalu hingga Rabu pagi, truk batu bara itu umumnya melintas pada malam hingga pagi, dan selalu berkonvoi antara 3-5 kendaraan.
Sejumlah warga di kawasan jalinsum mengharapkan Pemprov Lampung kembali bertindak tegas dengan melarang truk batu bara itu melintas wilayah Lampung jika membawa muatan yang melebihi tonase.
Mereka menyebutkan arus kendaraan di Jalinsum sebelumnya cukup lancar ketika Pemprov Lampung melarang truk baru bara melintasi wilayahnya.
"Jika peraturan dilaksanakan konsisten, semestinya truk batu bara ini tidak boleh melintas jalan ini," kata David, salah seorang warga setempat.
Berkaitan itu, mereka mengharapkan Pemprov Lampung kembali bertindak tegas dengan melarang truk batu bara melewati Jalinsum wilayah Lampung, terutama ruas Rajabasa-Panjang.
Selain itu, warga juga mengharapkan pemerintah segera memperbaiki jalinsum karena kondisinya sudah rusak parah dan berdebu tebal sehingga berdampak buruk bagi kesehatan warga setempat.
Truk batu bara itu diperkirakan membawa muatan lebih dari 40 ton, sedang kendaraan itu diperkenankan hanya boleh membawa muatan maksimum 20 ton. Truk besar itu umumnya berpelat nomor Lampung dan Sumsel.
Karena sarat muatan, truk itu membuat kondisi jalan lintas Sumatera makin rusak parah dan macet.
Kemacetan parah terjadi di hampir semua perempatan jalinsum ruas Rajabasa-Panjang, seperti di perempatan Sukarame, Kalibalok, Wayhalim dan Tanjungsenang Bandarlampung.
Pemprov Lampung dan Pemkab Waykanan mulai April lalu melarang truk bertonase besar asal Sumsel memasuki wilayah Lampung, karena truk tersebut merusak jalan di wilayah Lampung.
Pada akhir Mei lalu, puluhan truk ditilang dan ratusan dipulangkan ke wilayah Sumsel. Banyak pengemudi truk yang memilih tidak beroperasi sementara sampai operasi penertiban itu berakhir.
Hanya truk yang bermuatan maksimum 20 ton yang diizinkan memasuki wilayah Lampung, sedang truk batu bara itu paling sedikit membawa muatan 40 ton.
Truk Batu Bara Makin Ramai Lewati Jalinsum
Sebuah truk terguling di jalan lintas Sumatera, Negeribaru, Waykanan, Lampung. (Foto ANTARA/Gatot Arifianto)
