Lima air terjun di Bengkulu berpotensi jadi wisata unggulan

id Mukomuko

Lima air terjun di Bengkulu berpotensi jadi wisata unggulan

Air Terjun Sikat di Kabupaten Mukomuko.(Foto Dok Istimewa)

Mukomuko (ANTARA) - Sedikitnya lima air terjun yang berada di dalam dan luar kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dinilai mampu menjadi destinasi wisata alam unggulan di daerah ini.

“Kita punya air terjun yang bisa menjadi destinasi. Air terjun ini berada di dalam dan luar kawasan hutan produksi terbatas di daerah ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko Apriansyah di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan hal itu menindaklanjuti hasil kunjungan kerjanya bersama dengan Bupati Mukomuko Sapun ke Kementrian Lingkungan Hidup guna meminta izin pemanfaatan air terjun tersebut menjadi objek wisata alam unggulan di daerah ini.

Sebanyak lima air terjun tersebut, yakni air terjun di Kecamatan Malin Deman, Air Terjun Mandi Angin di Desa Air Berau, Air Terjuan Sikai di Desa Lubuk Selandak dan dua air terjun di Kecamatan Selagan Raya.

Ia berharap dapat izin dari pemerintah pusat untuk memanfaatkan potensi kekayaan alam yang ada dan kegiatan ini juga menjadi peluang melakukan penataan kawasan di dalam kawasan hutan tersebut.

Dengan adanya objek wisata dalam kawasan hutan di daerah ini, ia mengatakan bisa mengambil kebutuhan sosial untuk masyarakat setempat dan diperuntukkan untuk pariwisata.

Ia mengatakan, pemerintah setempat meminta izin kepada pemerintah pusat untuk memanfaatkan potensi kekayaan alam berupa air terjun yang berada dalam kawasan hutan di sejumlah wilayah daerah ini.

Kemudian pihaknya juga minta izin kepada pemerintah pusat agar mengizinkan masyarakat setempat mengelola potensi kekayaan alam tersebut menjadi objek wisata di daerah ini.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan masyarakat yang berada dekat kawasan hutan untuk mengelola potensi kekayaan alam tersebut menjadi objek wisata.***1***

 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar