Pemkot Metro komit kurangi sampah plastik

id Sampah plastik, sampah industri, sampah organik, Metro

Pemkot Metro komit kurangi sampah plastik

Sebanyak 90 persen sampah di TPAS Kota Metro yang dipenuhi oleh sampah plastik. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Metro (ANTARA) - Pemerintah Kota  Metro mencanangkan pengurangan sampah plastik di kota setempat, sebab produksi sampah plastik di Kota Metro saat ini sudah tinggi. 

"Jadi kemarin itu saya meninjau TPAS Karangrejo, Metro Utara. Di sana sudah seperti gunung tumpukan sampahnya. Jadi dari gunungan sampah itu 90 persennya adalah sampah plastik," kata Wali Kota Metro, Achmad Pairin usai deklarasi pengurangan sampah plastik, di Metro, Senin.

Oleh sebab itu, kata Pairin, pemerintah harus mengambil langkah untuk mengurangi produksi sampah plastik di kota setempat, salah satunya dengan gerakan mengurangi sampah plastik. 

Terlebih, sampah plastik sangat merusak dan mencemari lingkungan. Selain itu, sampah plastik juga baru bisa terurai selama 50 tahun. 

"Bayangkan jika kita terus menerus memproduksi sampah plastik bagaimana ke depan. Kita buang sekarang 50 tahun lagi baru bisa terurai," ucapnya.

Pairin mengimbau masyarakat Kota Metro  untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dengan menggunakan kemasan yang ramah lingkungan. 

"Masyarakat dihimbau untuk mengurangi penggunaan kemasan yang sekali pakai. Begitupun dengan ASN, bisa menggunakan tumbler untuk wadah air minum," katanya lagi.

Menurutnya, Pemkot Metro juga tengah mencari solusi untuk mengolah gunungan sampah di TPAS Karangrejo yang saat ini kondisinya sudah semakin bertambah banyak, sebab jika tidak dicarikan solusi lama kelamaan TPAS Karangrejo akan cepat penuh.

"Lahan TPAS itu 14 hektare. Tujuh hektare sudah terpakai jadi tinggal sisanya. Kita lagi mencari solusi bagaimana mengolah sampah yang ada di TPAS itu. Karena kondisinya sudah semakin penuh," terangnya. 

Pairin menambahkan, pihaknya tengah mengkaji jika TPAS seluas tujuh hektare yang masih belum terpakai, digali untuk menimbun sampah yang saat ini sudah menggunung. Dan lahan timbunan tersebut digunakan untuk penghijauan. 

"Ya itu yang kita pelajari. Kita gali tanah dilahan TPAS yang belum terpakai itu untuk menimbun sampah dilahan yang sudah digunakan ini. Ditimbunya sekitar 50 cm, lalu ditanami pohon untuk penghijauan. Nah bekas galian tanah itu nanti digunakan untuk TPAS, itu bisa digunakan sekitar 30 tahun," tambahnya.
Baca juga: Wali Kota minta pembuatan dinding penahan sampah dipercepat
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar