34 ribu warga Sri Langka terserang DBD

id DBD, demam berdarah dengue, nyamuk DBD

Nyamuk Aydes (ist)

Kolombo, Sri Lanka (Antara/Xinhua-OANA) - Jumlah pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) di Sri Lanka telah naik jadi lebih 34.000 sepanjang tahun ini, dan Ibu Kotanya, Kolombo, melaporkan jumlah paling pasien banyak, demikian laporan Unit Epidemiologi di Kolombo, Senin.
        
Sepanjang Agustus, 1.075 pasien telah didiagnosis menderita DBD dari seluruh negara pulang tersebut, sementara 6.221 pasien dilaporkan pada Juli.
     
Sebagian kabupaten yang terserang paling parah adalah Central Hills Kandy dan Gampaha di pinggir Kolombo.
        
Kabupaten Sri Lanka Utara juga telah melaporkan kenaikan jumlah pasien DBD sepanjang Agustus, dan lebih dari 109 pasien dilaporkan, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.
        
Unit Pemantauan DBD Nasional pada Juli memperingatkan terjadi peningkatan jumlah pasien DBD tahun ini akibat aktifnya hujan musim hujan Barat Daya.
        
Akibatnya ialah Unit Pemantau DBD Nasional mengatakan telah melancarkan program khusus untuk menghapuskan lahan perkembang-biakan DBD di beberapa kabupaten, termasuk di bagian utara dan timur, yang diidentifikasi sebagai kabupaten yang paling rentan.
        
Warga didesak agar segera berobat jika mereka menderita demam tinggi, muntah yang tak terkendali, sakit perut, pusing dan jarang buang air kecil.
        
Lebih dari 300 orang meninggal dan lebih dari 136.000 terserang penyakit DBD tahun lalu dalam salah satu wabah paling buruk penyakit tersebut di negeri itu belakangan ini.


(T.C003/B/Chaidar/Chaidar) 




 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar