Investasi di Lampung Tengah Meningkat

id investasi di lampung tengah meningkat, drs a helmi, kepala dpmpts lampung tengah

Bupati Lampung Tengah Mustafa (pegang mikrofon) memberikan sertfikat izin usaha gratis di salah satu kecamatan beberapa waktu lalu (Foto : Humas Pemkab Lampung Tengah)

Lampung Tengah kini kian ramah dan aman, investor tidak perlu takut lagi untuk berinvestasi. Surat izin usaha untuk perusahaan juga kita gratiskan, kata Mustafa
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Selama tahun 2017, nilai investasi di Kabupaten Lampung Tengah mengalami kenaikan sebesar Rp3 triliun dibanding tahun 2016, yakni dari Rp7,2 triliun menjadi Rp10 triliun lebih.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Tengah Drs. A. Helmi, Selasa, menjelaskan, tahun 2016 investasi di daerah ini sebesar Rp7,2 triliun lebih berupa penanaman modal asing sebesar Rp2,4 triliun lebih dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp4,8 triliun lebih.

Sementara di tahun 2017, nilai investasi ini mengalami kenaikan mencapai Rp10.084 triliun yang terdiri dari PMA sebesar Rp3,1 triliun lebih dan PMDN sebesar Rp6 triliun lebih.

Bukan hanya nilai investasi yang meningkat, bahkan kini mulai banyak perusahaan yang melirik Lampung Tengah sebagai tempat yang memiliki potensi untuk usaha, sehingga cukup banyak pengusaha atau investor menginvestasikan modalnya ke kabupaten ini.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah perusahan mengalami peningkatan. Sesuai data DPMPTSP, jumlah perusahan di 2016 hanya 54 perusahan, sedangkan di 2017 naik menjadi 64 perusahaan. Artinya sudah ada 10 perusahan dalam kurun waktu satu tahun yang menginvestasikan modalnya di Lampung Tengah," katanya.

Kalkulasi jumlah perusahan didominasi oleh PMDN dibanding PMA. Di 2016 PMDN hanya 37 perusahan yang menanamkan modalnya daerah ini. Dalam kurun waktu satu tahun naik menjadi 47 perusahaan. Sedangkan untuk PMA di 2016 hanya 17 perusahan meningkat menjadi 28 perusahaan.

"Kami juga melakukan pendataan kembali dengan jalan mendatangi perusahaan-perusahaan. Ternyata ada beberapa izin perusahaan yang sudah habis masa berlakunya. Kami langsung mendorong perusahaan untuk memperpanjang izin mereka," kata Helmi.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah Mustafa mengatakan berbagai upaya dilakukan Pemkab Lampung Tengah untuk meningkatkan roda perekonomian dan iklim investasi, mulai dari keamanan, program kampung ekonomi creative (KEce), hingga pemberian izin gratis.

Sampai saat ini, pelayanan izin usaha gratis jemput bola sudah terealisasi di 22 kecamatan dari 28 kecamatan se-Lampung Tengah dengan menerbitkan 4.438 sertifikat usaha. Jumlah ini akan terus ditingkatkan di tahun 2018.

"Lampung Tengah kini kian ramah dan aman, investor tidak perlu takut lagi untuk berinvestasi. Surat izin usaha untuk perusahaan juga kita gratiskan. Tahun ini target invetasi harus terus naik, dan ini akan terus kita upayakan," kata Mustafa.
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar