Pulau Pasaran jadi tempat cari kerang bulu

id Pulau Pasaran, kerang

Pulau Pasaran jadi tempat cari kerang bulu

Warga, baik orang dewasa maupun anak-anak, memanfaatkan kondisi air laut yang mengalami pasang surut, untuk mencari kerang bulu. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (Antara Lampung)- Puluhan warga memanfaatkan kondisi pasang surut air laut untuk mencari kerang bulu di kawasan Pulau Pasaran Bandarlampung, karena harga kerang itu cukup tinggi yakni mencapai Rp15.000 0/kg.
      
Menanggapi pertanyaan, beberapa warga pencari kerang bulu di Pulau Pasaran Bandarlampung, Selasa, menyebutkan rata-rata per orang bisa mendapatkan kerang bulu berkisar 10-15 kg.
       
Warga makin ramai mencari kerang bulu dalam tiga hari terakhir, terutama saat pasang surut terjadi mulai siang hingga sore. Harga kerang yang cukup tinggi menyebabkan mereka makin antusias mencari kerang bulu, apalagi permintaan atas kerang bulu juga tinggi.
       
"Saya sudah tiga hari mencari kerang bulu, hasilnya lumayan," kata salah satu warga yang sedang mencari kerang bulu, Anton.
       
Di kawasan luar Pulau Pasaran terdapat pepohonan bakau dan tanahnya berlumpur, sehingga tempat itu menjadi areal pavorit bagi warga untuk mencari kerang bulu. Mereka dengan telaten mengorek-ngorek lumpur untuk mencari kerang bulu.
      
Permintaan atas kerang bulu termasuk tinggi, begitu juga atas kerang hijau yang kini banyak dibudidayakan di Kota Bandarlampung, terutama di Pulau Pasaran.
      
Pemerintah Kota Bandarlampung selalu mendorong keberlangsungan budi daya kerang hijau di Pulau Pasaran dengan membantu permodalan nelayan setempat.
       
Pulau Pasaran termasuk  sentra budi daya kerang hijau, dan komoditas laut itu banyak dibudidayakan di perairan Teluk Lampung, seperti Ketapang Kabupaten Pesawaran.
     
Meski di Pulau Pasaran dikembangkan budi daya kerang hijau, namun pulau kecil itu lebih dikenal sebagai sentra ikan asin. Dalam kondisi normal, Pulau Pasaran bisa memproduksi ikan teri asin berkisar 20-30 ton, yang umumnya dikirim ke Pulau Jawa dan daerah lainnya di Sumatera.

ANTARA


Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar