Ketua MPR Hadiri HUT Lampung Ekspres Plus

id ketua mpr, zulkifli hasan, hut lampung ekspres

Ketua MPR Hadiri HUT Lampung Ekspres Plus

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menghadiri syukuran HUT ke-47 SKH Lampung Ekspres Plus, di Bandarlampung, Sabtu (7/11). (FOTO: ANTARA Lampung/Budisantoso Budiman)

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Zulkifli Hasan, menghadiri syukuran ulang tahun ke-47 Surat Kabar Harian Lampung Ekspres Plus, salah satu koran harian di Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Sabtu.

Zulkifli Hasan yang juga putra Lampung dan kini selain Ketua MPR RI adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, menjadi salah satu tokoh Lampung yang mendapatkan penghargaan dari SKH Lampung Ekspres Plus atas dedikasinya dalam penyelesaian konflik di Register 45 Mesuji, Lampung.

Selain Zulkifli Hasan, pejabat dan tokoh yang menerima penghargaan itu adalah Khamamik (Bupati Mesuji), Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, dan Kombes (Purn) Yusril Hakim. Penghargaan diberikan oleh Pemimpin Redaksi SKH Lampung Ekspres Plus, Adolf Ayatullah.

SKH Lampung Ekspres Plus juga memberikan Piagam Kesetiaan kepada sejumlah kru koran ini yang tetap setia bekerja lebih 15 tahun hingga saat ini, yaitu Karsidi dan Naim Emel Prahana, serta beberapa personel SKH LE Plus lainnya.

Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung, Dr Nasrullah Yusuf, juga memberikan penghargaan bagi para mahasiswa perguruan tinggi ini yang berhasil meraih prestasi internasional, regional maupun nasional di bidang pidato bahasa Inggris, paduan suara, karate, bahasa Jepang, dan TI robotik nasional.

Menurut Zulkifli Hasan, Perguruan Tinggi Teknokrat ternyata menyimpan para juara nasional, regional dan internasional yang merupakan hal di luar dugan dan diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pelajar dan mahasiswa lainnya agar dapat berprestasi pula.

Karena itu, dia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk dapat meraih prestasi dan keberhasilan di masa depan.

"Bisa menjadi juara atau tidak adalah tergantung kemauan yang sungguh-sungguh dari diri kita sendiri," ujarnya lagi.

Dia mengajak para mahasiswa terus belajar dan menempat diri, agar kelak dapat menjadi pemimpin daerah maupun pemimpin bangsa, dengan perjuangan dan kesungguhan hati.

"Kekayaan alam melimpah yang kita miliki tidaklah menjamin bisa maju. Tapi semua bergantung dan ditentukan oleh manusianya yang punya kemampuan penguasaan iptek, terampil, dan memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat memajukan masyarakat dan bangsa," katanya lagi.

Ia pun optimistis para pelajar dan mahasiswa asal Lampung bisa meraih keberhasilan di masa depan, bila dapat menempa diri dan bersungguh-sungguh untuk meraih yang terbaik.

Ia mencontohkan, sejumlah tokoh asal Lampung yang saat ini menjadi pemimpin di daerah maupun tokoh nasional, semula adalah warga biasa dan memulai dari pekerjaan dari bawah.

Zulkfili Hasan menyebut pula, dulu dirinya memulai usaha sebagai pengecer barang-barang kelontong. Begitupula sejumlah pejabat dan tokoh asal Lampung saat ini, menurutnya, semula memulai pekerjaan dari hal biasa, tapi dengan ketekunan dan kesungguhan serta kerja keras akhirnya bisa meraih hasil terbaik saat ini.

Zulkifli juga mengapresiasi SKH LE Plus yang menjadi salah satu koran kebanggaan masyarakat Lampung.

"Tidak mudah bagi LE Plus untuk dapat bertahan hingga 47 tahun di era persaingan media yang makin ketat," ujarnya lagi.

Dia menilai, SKH LE Plus saat ini makin maju, terus bertahan di tengah persaingan, dan berjaya, karena mental, nyali, dan keberanian perintis dan pimpinannya HM Harun Muda Indrajaya beserta kru manajemen koran ini, sehingga tetap terus bertahan dan maju sampai saat ini.

Hadir sejumlah bupati dan pejabat serta tokoh di Lampung, termasuk beberapa pimpinan media massa dan organisasi pers, pengusaha, akademisi, dan berbagai kalangan dalam syukuran HUT SKH LE Plus ini

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.