Jepang Kini Tertular DBD

id demam berdarah, dbd, demam berdarah, nyamuk, malaria, penyakit, racun, serangga, bisa

Jepang Kini Tertular DBD

Penyebaran demam berdarah melalui gigitan nyamuk jenis ini (istimewa).

Lima puluh sampai 100 juta orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis terinfeksi demam berdarah itu setiap tahun."
Tokyo (Antara/RIA Novosti-0ANA)  -Wabah demam berdarah akibat nyamuk telah menulari 22 orang di Jepang, kata Kementerian  Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan negara itu mengonfirmasi Senin.
        
Kasus pertama demam berdarah tercatat pada akhir Agustus, ketika tiga orang ditemukan telah terjangkit penyakit ini. Kemudian, 19 kasus lain juga dikonfirmasi.
        
Sebagian besar orang yang terkena akibat mengunjungi Taman Yoyogi Tokyo, di mana mereka yakini telah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus berbahaya itu.
        
Para pejabat Tokyo telah disemprot lebih dari 800 liter pestisida di taman itu dalam upaya untuk membunuh serangga tersebut.
        
Departemen Kesehatan,  Tenaga Kerja dan Kesejahteraan menginstruksikan ke-47 pemerintah prefektur Jepang untuk melaporkan setiap kasus mencurigakan berkaitan dengan penyakit tersebut.
        
Lima puluh sampai 100 juta orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis terinfeksi demam berdarah itu setiap tahun.
        
Penyakit ini dibawa oleh nyamuk macan dan tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke orang.
        
Gejala mungkin termasuk demam ringan, sakit kepala, sakit di belakang mata, muntah dan nyeri otot, atau demam bahkan tinggi dan perdarahan masif, yang dapat mengancam jiwa.
        
Kadang-kadang, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi yang disebut sindrom syok dengue.
        
Tidak ada vaksin atau obat khusus untuk mengobati demam berdarah, sehingga otoritas kesehatan Jepang menyarankan pasien untuk beristirahat, minum banyak cairan dan mencoba untuk mengurangi demam dengan menggunakan obat yang tersedia.

    
Penerjemah/Redaktur : A Krisna/Hisar Sitanggang
Editor : M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar