Pelabuhan Kota Agung Sebagai Pelabuhan Pengumpul

id pelabuhan

Bandarlampung (Antara Lampung) - Pelabuhan Kota Agung di Kabupaten Tanggamus telah ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpul oleh Kementerian Perhubungan RI.

Kepala Seksi Tatanan dan Evaluasi Kepelabuhanan Dirjen Perhubungan dan Pengerukan Kementerian Perhubungan Rifanie Komara dalam semiloka transportasi laut di Bandarlampung, mengatakan berdasarkan hirarkinya maka pelabuhan Kota Agung berperan sebagai pengumpan angkutan peti kemas atau penumpang nasional dari pelabuhan pengumpan ke pelabuhan utama.

Di Indonesia, menurutnya, terdapat 217 pelabuhan pengumpul, salah satunya adalah Pelabuhan Kota Agung.

Selain itu, terdapat 35 pelabuhan utama dan 988 pelabuhan pengumpan.

"Pelabuhan pengumpul memiliki kedalaman minimal pelabuhan 7 meter AWS," tuturnya.

Selain itu memiliki pelabuhan pengumpul, juga memiliki dermaga multiguna, minimal satu tambatan dan peralatan bongkar muat peti kemas.

"Kriteria selanjutnya bahwa pelabuhan itu memiliki jarak dengan pelabuhan pengumpul lainnya setidaknya 100 mil," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelabuhan Tulangbawang memiliki jarak sekitar 100 mil dari Pelabuhan Kota Agung dan pelabuhan tersebut bisa menjadi pelabuhan pengumpul lainnya di Lampung.

Pada tahun 2030 pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menargetkan sistem pelabuhan efesien, kompetitif dan responsif yang mendukung perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Tujuan tersebut bisa dicapai dengan cara melakukan pembangunan hubungan pelabuhan internasional, kemudian menghubungkan daerah berkembang dengan daerah tertinggal sehingga tercapai pertumbuhan ekonomi secara merata.

Kemudian, mengembangkan sistem transportasi logistik yang efesien dan produktif.

Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pembangunan pelabuhan tersebut adalah mendoron investasi swasta, mendorong persaingan dan mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman dan terjamin.

Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.