Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Museum Lampung tetap diminati pelajar di Provinsi Lampung sebagai tempat belajar akan nilai sejarah, budaya dan pengetahuan, meski pertumbuhan mal dan pusat rekreasi lainnya di daerah itu cenderung bertambah.
"Pengunjung museum ini masih didominasi pelajar, orang umum hanya sejumlah kecil," kata Ben Efendy, salah satu petugas Museum Lampung, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan pengunjung Museum Lampung meningkat jumlahnya hanya pada hari Sabtu dan Minggu. Museum itu tutup pada hari libur nasional.
"Jumlah pengunjung setiap Minggu sekitar seratus orang, umumnya anak sekolah dan orang tua murid," katanya.
Tarif kunjungan ke Museum Lampung diatur dalam Perda No 7 Tahun 2008, yakni Rp500 per anak rombongan, Rp1.000 per anak perorangan, Rp1.500/dewasa rombongan dan Rp2.500/dewasa perorangan.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu, sejumlah sekolah melakukan kunjungan ke Museum Lampung, seperti SD PKMI Imanuel dan SMAN I Mesuji.
Sejumlah siswa SMAN I Mesuji menyebutkan mereka harus berangkat pada Jumat malam agar bisa sampai di Museum Lampung pada Sabtu pagi. Sementara para murid SD Imanuel menyebutkan mereka berangkat pada Sabtu pagi karena lokasinya hanya sekitar 5 km dari sekolah tersebut.
Namun kebersihan Museum Lampung masih perlu diperbaiki, serta kawasan museum itu seharusnya dinyatakan sebagai areal bebas asap rokok.
Selain itu, pengemis dan pedagang asongan sebaiknya tidak beraktivitas di kawasan museum tersebut.
Koleksi Museum Lampung sampai akhir 2006 berjumlah 4.487 buah yang terdiri atas 10 jenis koleksi, dan meningkat jumlahnya menjadi 4.690 buah pada akhir tahun 2011 dengan 10 jenis koleksi.
Jenis koleksi yang dimiliki Museum Lampung adalah geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa dan teknologika.
Di antara koleksi Museum Lampung itu adalah Harimau Loreng Sumatera, Gajah Sumatera, tengkorak homo erectus, keramik asal China, buku kulit kayu dan berbagai tekstil daerah Lampung, seperti kain inuh, kain tapis, kain sebagi, kain pelepai dan kain tampan.
