Pemkot Metro antisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS

id HIV

Pemkot Metro antisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin diwawancarai awak media, Selasa (16/11). (ANTARA/Hendra Kurniawan)

Untuk kasus HIV/AIDS di Kota Metro cukup tinggi, total secara persentase mencapai 33 persen dengan angka penderita 200 orang lebih. Untuk angka pastinya ada di dinas kesehatan, karena angka itu terus bertambah, kata dia

Metro (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mewaspadai tingkat penyebaran penyakit HIV/AIDS, lantaran persentase penyebaran penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini cenderung naik di kota setempat. 

Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin di Metro, Selasa, mengatakan, persentase penyakit HIV/AIDS di Kota Metro naik 33 persen dibanding sebelumnya dengan jumlah penderita saat ini tercatat sebanyak 200 kasus. 

"Untuk kasus HIV/AIDS di Kota Metro cukup tinggi, total secara persentase mencapai 33 persen dengan angka penderita 200 orang lebih. Untuk angka pastinya ada di dinas kesehatan, karena angka itu terus bertambah," kata dia. 

Ia menjelaskan, prevelensi kasus penyakit HIV/AIDS ini banyak ditemukan pada ibu menyusui. Penderita, umumnya tidak mengetahui dirinya terpapar penyakit ini. 

"Saat ibu terpapar dan menyusui bayinya, namun tidak menjaga dari orang lain dan itulah yang menyebabkan terjadinya penyebaran. Ini yang sekarang terjadi dan perlu dituntaskan hingga nol kasus," paparnya.

Ke depan, lanjut dia, Pemkot Metro akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya HIV/AIDS untuk menekan penyabaran penyakit ini. 

"Ini juga membutuhkan kesadaran masyarakat agar pemerintah dapat lebih mengantisipasi secara dini melalui tracking, tracing dan treatment. Agar penyakit ini segera selesai," terangnya.

Kepala Puskesmas Ganjar Agung dr. Melly Kemerda Sari menuturkan, di wilayahnya tercatat ada 70 kasus HIV/AIDS yang terjadi dan terus bertambah.

"Tercatat di Puskesmas Ganjar Agung saja ada 70 orang yang berobat akibat menderita HIV /AIDS. Jumlah ini yang terdata menjalani pengobatan, belum yang baru mau memeriksakan diri atau konseling. Kami yakin kalo hasil testing dan tracingnya bagus, pasti tangkapnya lebih banyak," paparnya. 

Melly menambahkan, pusat penanganan HIV/AIDS di Kota Metro ini ada dua yaitu di RSUD Ahmad Yani Metro dan Puskesmas Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat.

"Kasus sembuh sendiri belum ada, maka dari itu diimbau kepada masyarakat untuk dapat mengubah pola hidup sehat, dan pola berhubungan seks yang baik, serta menjauhi penggunaan narkoba, untuk mengantisipasi pintu masuk penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Metro," tandasnya. 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021