Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung pastikan pembangunan pabrik etanol untuk olah komoditas lokal

Jumat, 2 Januari 2026 16:33 WIB
Image Print
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Nanti kebutuhan etanol ini akan dikembangkan dari tebu, jagung, dari ubi kayu, sorgum, dan sawit.

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan pembangunan pabrik etanol dapat menjadi upaya untuk mengolah komoditas lokal di daerah itu menjadi lebih bernilai ekonomi.

"Provinsi Lampung ini kaya dengan bahan baku material untuk pabrik etanol. Nanti kebutuhan etanol ini akan dikembangkan dari tebu, jagung, dari ubi kayu, sorgum, dan sawit. Ini komoditas yang menjadi potensi serta banyak dikembangkan di Lampung," kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan selama ini beragam komoditas yang menjadi bahan baku etanol di Lampung masih dimanfaatkan secara terbatas dan belum dikembangkan secara luas menjadi berbagai produk turunan.

Oleh karena itu, ia menyambut rencana pengembangan pabrik etanol di Lampung yang disampaikan pihak Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan mempertimbangkan potensi bahan baku dari berbagai komoditas lokal

Mulyadi pun memastikan luas lahan pertanian beberapa komoditas tersebut banyak di Lampung, dan produksinya pun konsisten untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku hilirisasi etanol.

Hal tersebut, lanjut dia, yang menjadi alasan pihak Toyota dengan Kementerian Investasi/BKPM memilih Lampung sebagai daerah dimulainya pengembangan pabrik etanol.

"Kami berharap nanti beragam proses kerja sama ini bisa melibatkan berbagai pihak. Termasuk kemitraan dengan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, dengan para petani, jadi semuanya merasakan manfaat dari pengolahan komoditas ini," ucap dia.

Menurut dia, pengembangan pengelolaan bahan baku dari komoditas lokal menjadi etanol dengan pendirian pembangunan pabrik etanol di Lampung, menjadi wujud penguatan program hilirisasi serta investasi di daerah.

Sebelumnya, diketahui Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyasar pengguna mobil produksi Jepang dalam penerapan program campuran bioetanol 10 persen dalam bahan bakar minyak atau E10.

Hal tersebut menyebabkan Indonesia memilih Toyota sebagai investor pengembangan pabrik etanol, dan perusahaan tersebut telah melakukan riset serta rencana komersil penggunaan etanol dalam bahan bakar minyak.

Direncanakan pengembangan pabrik etanol tersebut dimulai di Provinsi Lampung, dengan beberapa wilayah termasuk Lampung disiapkan untuk menjadi sentra pengembangan industri bioetanol dengan adanya dukungan bahan baku dari tebu, singkong dan sorgum.

Investasi tersebut diproyeksikan selain memperkuat rantai pasok energi bersih juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong kesejahteraan petani setempat.

Baca juga: Wamen Investasi sebut Toyota tertarik bangun pabrik etanol

Baca juga: Mentan pastikan Lartas etanol-tapioka segera berlaku untuk lindungi petani

Baca juga: BRIN sebut produksi singkong nasional untuk energi belum memadai



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026