Mie Selada inovasi mie sehat di Lampung

id Kuliner sehat, mie sehat, pola hidup sehat

Mie Selada inovasi mie sehat di Lampung

Mie hitam salah satu inovasi menu mie sehat di Bandarlampung, Bandarlampung Sabtu 08/02/2020 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Dalam sehari bisa sampai puluhan pelanggan, paling ramai saat akhir pekan, serta melalui pesanan online dan rata-rata pelanggan mengeluarkan uang hingga Rp30.000 bahkan lebih untuk mencicipi mie sehat beragam warna, ujarnya

Bandarlampung (ANTARA) - Kini beragam makanan sehat menjadi menu pilihan masyarakat, salah satunya muncul inovasi mie sehat di Lampung.



Mie Selada di salah satu kedai mie di Bandarlampung menyediakan hidangan mie sehat beragam warna dengan kualitas premium.



"Motivasi awal mendirikan usaha ini karena kecintaan keluarga kami akan mie serta sayur sehingga kami ingin memperkenalkan hidangan mie yang sehat bagi masyarakat, " ujar pemilik kedai mie Selada, Riska Chandra, di Bandarlampung, Sabtu.



Menurutnya, usaha yang ia geluti sejak tahun 2012 berfokus menyediakan hidangan mie sehat, dengan kualitas premium sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat.



"Kami menggunakan bahan lokal dengan kualitas premium, dimana semua diolah dengan bahan yang sehat dan ramah lingkungan, sebab tidak hanya pelanggan yang mengonsumsi, namun saya beserta keluarga pun mengkonsumsi mie ini, " katanya.



Mie Selada menghidangkan beragam menu mie dengan beraneka warna, yang dia olah menggunakan pewarna alami, tanpa menggunakan pengawet.



"Di sini sesuai namanya mie Selada, jadi kami selalu menyediakan selada segar beserta empat jenis topping daging, jamur serta taoge di dalam mangkok, dan menu yang tersedia ada mie hitam, hijau, kuning, biru, ungu, merah, " katanya.



Ia menjelaskan, semua pewarna yang digunakan menggunakan pewarna alami, yaitu buah bit untuk mendapatkan warna merah, bunga telang mendapatkan warna biru, tinta cumi warna hitam, buah naga mendapatkan warna ungu, kuning telur untuk warna kuning, serta warna hijau di dapat dari daun selada.



"Untuk satu porsi mie di jual Rp 23.000 sedikit lebih mahal dari mie biasa, namun semua terjamin kualitasnya, sebab kami tidak menggunakan abu dalam membuat mie, dan untuk menghasilkan warna pada mie seperti mie hitam kami menggunakan tinta cumi-cumi sebab Lampung kaya akan cumi, " katanya.



Menurutnya, kuliner sehat miliknya mendapat respons positif dari masyarakat, yang terlihat dari ramainya pengunjung yang datang terlebih saat akhir pekan.



"Dalam sehari bisa sampai puluhan pelanggan, paling ramai saat akhir pekan, serta melalui pesanan online dan rata-rata pelanggan mengeluarkan uang hingga Rp30.000 bahkan lebih untuk mencicipi mie sehat beragam warna, " ujarnya.



Baca juga:Kue pancong aneka topping pilihan jajanan kekinian masyarakat Lampung

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar