Lampung Timur berkembang jadi sentra bawang merah

id bawang merah, lampung timur

Ilustrasi tanaman bawang merah (Foto: Antara)

 Lampung Timur,  (AntaraNews.Lampung) - Kabupaten Lampung Timur memungkinkan menjadi sentra penghasil komoditas pertanian bawang merah menyusul keberhasilan sejumlah petani di Kecamatan Batanghari dengan hasil panen bawang yang maksimal.

Kadis Pertanian Lampung Timur Muhamad Yusuf HR yang dihubungi di Lampung Timur, mengatakan secara geografis lahan pertanian di wilayah Lampung Timur cocok ditanami bawang merah dan sudah terbukti petani yang menanam berhasil panen.

"Secara geografis, bawang merah cocok di Lampung Timur karena kita lihat sejauh ini bagus hasil panennya," kata Yusuf.

Bahkan, kata Yusuf, menyusul keberhasilan petani di Batanghari menanam bawang merah, sudah ada sejumlah petani yang mendeklarasikan bahwa Lampung Timur adalah "kiblatnya" bawang merah menggantikan Brebes yang selama ini dikenal sebagai sentra bawang merah di Indonesia.

"Sudah ada kelompok tani yang mendeklarasikan Lampung Timur jadi `kiblat` bawang merah, tidak lagi di Brebes, " ungkapnya.

Menurut Yusuf, mencermati keberhasilan itu sekarang tergantung petani apakah ada kemauan membudidayakan bawang atau tidak.

Meski secara gegorafis lahan pertanian di Lampung Timur cocok ditanami bawang merah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sejauh in belum akan menjadikan tanaman bawang merah sebagai komoditas pertanian unggulan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur masih sekedar menyarankan agar tanaman bawang merah sebagai tanaman selingan sebagai tambahan pendapatan petani.

"Kita masih fokus pajale, tanaman padi, jagung dan kedele karena kita sedang kejar swasemda nasional," ujar dia.

Nanang Suparlan, petani bawang merah Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari saat dihubungi mengatakan tanaman bawang merah sudah sejak 2016 ditanam oleh petani di daerahnya.

Menurut dia, bawang merah terbukti cocok ditanam di lahan pertanian daerahnya.

Dia menyebutkan, sekarang banyak petani di wilayah Kecamatan Batanghari yang menanam bawang baik secara berkelompok maupun sendiri.

Dia menerangkan pengalamanya melakoni budi daya bawang merah. Menurut dia, sangat mudah, mulai dari mendapat bibit dan perawatan, usia tanam dua bulan dan hasilnya memuaskan.

"Kemarin seperempat hektare hasilnya 1,3 ton, itu bibit 2 kuintal," sebutnya.

Pemasaranya pun kata Nanang,?gampang karena setiap agen, pedagang di pasar dan di warung menerima.

Untuk harga jual, kata Nanang cukup baik, dalam kondisi harga sedang turun seperti saat ini yang mencapai Rp12.000 per kilogram petani pun masih kembali modal dan untung meski sedikit.

"Harga bawang merah sekarang ini Rp12.000 di agen, warung dan pedagang, kalau di ecer ke pembeli langsung Rp15.000. Harga ini masih untung, walau harga turun tapi masih ada untung," katanya.

Artinya, kata Nanang, jika harga bagus, keuntungan petani maksimal.

Dia meyakini, bawang merah tidak hanya cocok di wilayahnya tapi di semua lahan pertanian lainya Lampung Timur.

Nur Fauzan,  anggota DPRD Lampung Timur dari Fraksi PKS, berpandangan sepanjang lahan pertanian Lampung Timur cocok, subur ditanami bawang merah dan hasilnya menguntungkan petani.

Ia berharap budi daya tanaman hortikultura itu bisa diperluas oleh pemda ke daerah pertanian lainya tidak hanya di Batanghari.

"Saya sepakat dikembangkan ke daerah lainya asal lahan cocok, subur dan hasilnya maksimal, " kata Nur Fauzan.

Nur Fauzan mengatakan jika budi daya bawang merah dipromosikan oleh pemda agar ditanam para petani Lampung Timur sebagai komoditas pertanian yang menguntungkan.

Pemda mesti siap menyediakan akses kemudahan petani mendapatkan air, bibit, pupuk dan pasarnya.
 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar