Bandarlampung (Antara Lampung) - Kepala Polisi Daerah Lampung Brigjen Heru Winarko mengatakan suasana pemipilah presiden dan wakil presiden di Provinsi Lampung masih aman, lancar dan kondusif hingga usai perhitungan suara.
"Sampai dengan selesai perhitungan suara, situasi masih aman dan kodusif," kata dia di Bandarlampung, Rabu.
Dia mengatakan bahwa untuk pengamanan setiap personil sudah disiagakan sejak dua hari yang lalu, mereka akan mengahawal hingga perhitungan ditinggkat KPU kabupaten dan kota hingga provinsi.
Ia melanjutkan masyarakat hari ini sudah melaksanakan haknya sebagai warga negara dengan tertib.
"Selama pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah kabupaten dan kota, aman dan terkendali," kata dia.
Tidak ada daerah yang dikawal secara khusus, semua merata meskipun Lampung masuk 10 besar daerah rawan konflik.
"Pengawalan tidak ada yang secara khusus, sebab rawan konflik di Lampung merata baik kabupaten maupun kota," katanya.
Ia mengharapkan kepada seluruh warga Provinsi Lampung agar jangan termakan isu negatif dan jangan terpropokasi. Jika ada sesuatu yang mencurigakan segara laporkan ke pos polisi terdekat atau pos aju.
Fungsi Pos Aju sebagai pos terdepan yang berkejamasa dengan TNI sangat penting, untuk membuat langkah cepat dalam mengantisipasi setiap permasalahan yang ada. Sehingga, tidak berdampak luas dan menimbulkan hal yang negatif.
Pilpres kali ini, Polda Lampung menurunkan 6.958 yang terdiri dari 1.802 personil polda dan 5.156 personil dari polres kabupaten serta kota. Selain 6.958 personel yang ada di lapangan, terdapat juga 480 personel TNI yang siaga di kesatuan masing-masing, mereka akan dibantu personel Satpol PP dan personel Perlindungan Masyarakat (Linmas).
