Bandarlampung (Antara Lampung) - Provinsi Lampung menggelar apel deklarasi damai serta kesiapan pengaman Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 di lapangan Korpri komplek perkantoran Gubernur Lampung, Senin.
Apel kesiapan pengamanan itu diikuti pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung beserta personel TNI dan Polri, parpol, KPU, Bawaslu, serta instansi terkait dalam rangka menyukseskan pemilu presiden dan wakil presiden di daerah itu.
Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko menjadi inspektur upacara pada kegiatan tersebut.
"Kita semua mengharapkan pelaksanaan pilpres di Indonesia dan Provinsi Lampung khususnya, dapat berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jurdil, tertib, lancar, aman dan damai sehingga mencerminkan kehidupan demokratisasi yang mandiri," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.
Ia mengatakan bahwa pilpres yang diikuti oleh dua pasangan calon, saat ini sudah memasuki masa tenang.
Pada tahap ini, lanjut dia, kondisi sosial politik yang semakin tinggi tidak jarang memicu kekacauan antarpendukung pasangan calon.
Karena itu, menurutnya, deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan hari ini memiliki makna yang strategis dalam kesinambungan kehidupan demokrasi di negara ini.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak, yakni seluruh parpol dan pelaksana Pemilu, baik KPUD, kepolisian, pemerintah serta pihak terkait lainnya, sepakat agar seluruh proses tahapan dilaksanakan secara konsisten dan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaan deklarasi pemilu damai mengisyaratkan adanya itikad dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap pelaksanaan pemilu tidak hanya pada KPUD melainkan semua pihak baik Parpol maupun masyarakat.
Momen ini menunjukkan semangat dan komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, masa tenang yang dimungkinkan menimbulkan "gesekan", maka deklarasi pemilu damai ini tidak berhenti sebatas masa tenang ini, melainkan sampai akhir tahapan pemilu bahkan sampai dengan dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih.
Karena itu, ia meminta pimpinan parpol untuk mengarahkan, membimbing para pendukung serta simpatisannya lebih bersikap elegan, menjaga etika dan tata krama, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama pendukung, dan yang terpenting menghindarkan diri dari perpecahan antargolongan masyarakat.
"Kita semua tidak mengharapkan pasca pemilu timbul 'chaos' yang meresahkan dan merugikan kehidupan masyarakat, yang pada gilirannya akan merugikan seluruh masyarakat di daerah Lampung," ujarnya.
Karena itu, siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, harus tetap berada pada koridor persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mencurahkan segenap pemikiran, waktu serta tenaga untuk menyukseskan jalannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mendatang.
